29 C
Indonesia
BerandaBATAM’’Sekolah Kekurangan Guru dan Ruang Kelas’’

’’Sekolah Kekurangan Guru dan Ruang Kelas’’

-

BATAM – Anggota Dewan Pendidikan Kota Batam, Hidayat SpdI, MM, CPM dan Socrates S.Sos melakukan monitoring ke SMP Negeri 42 Batam dan berdialog dengan Kepala Sekolah SMP Negeri 42 Sahir, SPd  Selasa (9/12/2025)

SMP Negeri 42 yang berlokasi di Perumahan Bida Asri 2 Batam Centre ini, berakreditas A. Setiap penerimaan siswa baru, SMP Negeri 42 menjadi pilihan utama siswa dan orang tua. Apalagi, kelurahan Belian Kecamatan Batam Kota penduduknya paling padat di Batam.

Saat ini, jumlah siswa SMP Negeri 42 sebanyak 1.189 orang dan jumlah rombongan belajar 27 rombel. ‘’Kelas VII, kelas VIII dan kelas IX masing-masing 9 Rombel. Tahun ajaran ini, kuota siswa kita tidak penuh. Biasanya, kalau melebihi kuota, kita laporkan ke Dinas Pendidikan Kota Batam,’’ kata Sahir. Kelas VII kuotanya 400 siswa, yang diterima 374 siswa.Saat ini, dengan 27 rombongan belajar, rata-rata diisi 43 orang siswa. Idealnya, menurut standar nasional hanya 36 siswa. Di Batam, jumlah siswa ideal tersebut, sulit tercapai, karena yang terjadi, kekurangan kelas dan kekurangan guru. Jumlah guru dan tenaga pendidik di SMP Negeri 42 hanya 35 orang.

Kegiatan monitoring Dewan Pendidikan Kota Batam adalah untuk memantau dan mengevaluasi perkembangan sekolah serta efektivitas pemanfaatan sarana dan pra sarana sekolah. Serta berdiskusi dengan pihak sekolah untuk menginventarisir masalah pendidikan dan dicarikan solusinya.

Dikatakan Sahir, hubungan antara SMP Negeri 42 Batam dengan Komite Sekolah, selama ini berjalan cukup baik. Misalnya, kebijakan yang memerlukan persetujuan komite sekolah atau mengadakan event yang melibatkan siswa.

Saat ini, SMP Negeri 42 Batam sedang melaksanakan ujian secara digital dan tanpa kertas.  Ujian dilakukan melalui aplikasi yang sudah disediakan, siswa membawa perangkat dan gadget seperti handphone, tablet dan laptop. Bagi siswa yang tidak memiliki gadget, bisa ikut ujian di laboratorium komputer sekolah, bisa menampung 60 orang siswa.

SMP Negeri 42 berdiri pada tahun 2010 silam. Saat ini, sekolah tersebut menjadi pilihan warga Kelurahan Belian. Namun, daya tampung sekolah ini terbatas. Jika menggunakan sistem zonasi, perumahan Cendana yang padat penduduk, tidak masuk zonasi. Begitu juga perumahan Hawai Garden.

Namun, masyarakat beranggapan, perumahan Taman Raya sampai ke perumahan PLN masih satu zona. Yang termasuk zonasi SMPN 42 Batam adalah Kelurahan Belian dan Baloi Permai. Ternyata, di sekitar lokasi sekolah ini, banyak sekali perumahan dan komplek baru. Ada juga siswa yang diterima di luar zonasi, yakni anak-anak berprestasi dari Batu Besar dan Nongsa.

‘’Saya berharap, sarana dan prasarana serta guru di SMP Negeri 42 ini bisa ditambah, sesuai kebutuhan. Ruang kelas yang ada hanya 21 sedangkan kebutuhan 28 kelas atau masih kurang 7 kelas lagi. Lahan terbatas. Saat sekolah dua shift, pagi dan sore. Ini bisa dilaksanakan apabila setiap tingkatan siswa hanya 7 rombel sehingga semua siswa bisa masuk pagi semua,’’ papar Sahir.

Masalah kekurangan guru, tidak hanya terjadi di SMPN 42 Batam saja. Cukup banyak sekolah yang masih kekurangan guru. Setiap semester, soal kekurangan guru disampaikan ke Dinas Pendidikan Kota Batam. ‘’Kami maklum, masih ada sekolah yang sampai belajar tiga shift atau menumpang belajar di SD,’’ katanya.

Hubungan dan komunikasi dengan orang tua siswa cukup baik dan intens. Program seragam gratis yang dicanangkan Wali Kota Batam Amsakar Achmad dan Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra, di SMPN 42 sudah berjalan dengan baik. Siswa mendapat seragam putih biru dan baju Melayu secara gratis.

Sahir mendukung jika ada program pendampingan siswa, terutama pelajar SMP yang memasuki usia pubertas, didampingi oleh psikolog. ‘’Saya setuju, sehingga kita tahu peta potensi siswa serta minat dan bakatnya. Masalahnya, biaya psikolog ini cukup mahal, sementara sekolah tidak boleh mengutip biaya apapun,’’ kata Sahir.***

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

LATEST POSTS

Peluncuran dan Bincang Buku Anak Pulau Jadi Pamong Sukses

By Socrates - Impian Azman, membuat buku biografi, akhirnya terwujud. Biografi berjudul Anak Pulau jadi Pamong, Perjalanan Hidup Azman sebagai Birokrat, diluncurkan dan dibahas, Senin...

Studi Tiru Dewan Pendidikan Batam ke Yogyakarta

By Socrates - Dalam dunia pendidikan, studi tiru cukup efektif meningkatkan mutu dan layanan pendidikan. Dewan Pendidikan Kota Batam, melakukan studi tiru, tanggal 25 -...

Institut Teknologi Batam (ITEBA)

 By Socrates - Setelah mendirikan Batam Tourist Polytechnic (BTP) tahun 2014, pengusaha dan politisi Batam Asman Abnur mendirikan Institut Teknologi Batam (ITEBA) tahun 2017 di...

Batam Tourist Polytechnic (BTP)

By Socrates - ‘’Kita tidak mau menjadi penonton. Peluang akan selalu lewat di depan kita, karena kita tidak punya keahlian dan skill. Kata kuncinya adalah...

Most Popular

spot_img