By Socrates – Impian Azman, membuat buku biografi, akhirnya terwujud. Biografi berjudul Anak Pulau jadi Pamong, Perjalanan Hidup Azman sebagai Birokrat, diluncurkan dan dibahas, Senin 22 Desember 2025 di auditorium Institut Teknologi Batam.
“Biasanya, kalau ada pegawai negeri pensiun, hanya dapat selembar surat, lalu selesai. Saya mau membuat sesuatu, yaitu buku biografi,” kata Drs Azman, MP Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Batam.
Kisah hidupnya menarik dan penuh perjuangan. Ia lahir di Tanjungpinang, besar di Belakangpadang. Azman memang anak pulau. Awalnya, ia bercita-cita jadi pelaut. Takdir dan suratan tangan, membawanya menjadi seorang pegawai negeri sipil dan seorang pamong.
Buku Anak Pulau Jadi Pamong, Perjalanan Hidup Azman sebagai Birokrat, ditulis Socrates, dengan gaya bertutur. Ia melakukan riset, observasi dan wawancara mendalam atau indepth interview dengan Azman selama setahun. Buku setebal 243 halaman ini, diterbitkan Socreative Mediaworks Indonesia, perusahaan media digital, production house dan pelatihan digital Batam Creator Academy.
“Pak Azman senior saya. Beliau melalui semua tahapan jabatan pegawai secara lengkap. Dari staf, kepala desa, sekretaris camat, camat, kepala bagian, kepala seksi, sampai pejabat eselon II selama 16 tahun 3 bulan,” kata Sekretaris Daerah Kota Batam, Firmansyah S. Sos, Msi yang menceritakan, Azman angkatan ke 14 sedangkan Firmansyah angkatan ke 16 di Akademi Pemerintahan Dalam Negeri (APDN).
Firmansyah menceritakan kisah-kisah lucu dan penuh perjuangan para pegawai negeri sipil di era 1990-an. Saat itu, Batam masih terdiri dari tiga kecamatan. Yakni, Kecamatan Batam Barat, Kecamatan Batam Timur dan Kecamatan Belakangpadang. ‘’Terima kasih Bang Azman. Buku Anak Pulau Jadi Pamong menjadi inspirasi bagi kami para pegawai Pemko Batam,’’ kata Firmansyah.
Azman pernah menjabat sebagai Kepala Kantor Satpol PP dan menjabat sebagai Kepala Kantor Pemadam Kebakaran sejak 3 September 2009. “Saya memimpin Dinas Pemadam Kebakaran selama 16 tahun 3 bulan, sampai saya pensiun,” ujar Azman yang menceritakan, hanya sekali meminta jabatan karena pangkatnya sudah IV B sudah empat tahun, tapi masih eselon III. Azman pensiun dengan pangkat IV D.
‘’Dua tahun sebelum pensiun, saya berniat membuat buku dengan bantuan staf saya Ramadany, tapi bukunya tidak jadi-jadi. Sampai saya kemudian bertemu Pak Socrates untuk menulis kisah hidup saya. Saya bicara apa adanya. Kedua orang tua saya orang Minang dan masuk ke Kepri tahun 1956. Saya masuk pegawai golongan II A dan saya bisa sekolah APDN, IIP dan IPB karena disekolahkan pemerintah,’’ cerita Azman.
Acara peluncuran dan bincang buku Anak Pulau Jadi Pamong yang dipandu master of ceremony Ummil Khalis berlangsung seru dan mengharukan. Selain istri, anak dan menantu serta keponakan, juga hadir Hasan, guru dan Kepala Sekolah SDN 002 Belakangpadang, tempat Azman sekolah. Begitu juga, hadir Sutarno, sahabat masa kecil Azman di Belakangpadang.
Hadir dalam peluncuran buku tersebut, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Batam Dinas Pendidikan Kepri, Kasdianto SPd, Staf Ahli Wali Kota Batam Jefridin MPd, Ketua PII Kepri Dr Ir Mulia Pamadi, Rektor Universitas Universal Dr Tech Aswandy MT, Wakil Rektor ITEBA Dr Eng Ansarullah Lawi, Ketua Badan Wakaf Batam Drs Buralimar Msi, Ketua Yayasan Mondial Rahman Usman, dan Komisioner Komisi Informasi Kepri Alfian Zainal.
Dari Pemko Batam, hadir Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Batam, Rudi Panjaitan, S.STP., M.Si, Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Batam Qurniadi, MPd. Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Batam Amjaya Achmad dan puluhan pegawai Damkar serta Kepala Bagian dan Camat.
Kegiatan peluncuran dan bincang buku itu, juga dihadiri puluhan purna praja, tamatan Akademi Pemerintahan Dalam Negeri, Â Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN), dan IPDN yang ditempatkan di Batam serta beberapa orang mahasiswa ITEBA.
Testimoni untuk Azman
Sejumlah tokoh Batam dan Kepri memberikan testimoni untuk Azman. Mulai dari Ismeth Abdullah, Gubernur Kepri pertama dan anggota DPD RI. Juga Mustofa Widjaja, mantan Kepala Otorita Batam/BP Batam dan Ahmad Dahlan, mantan wali kota Batam 2006 – 2016.
“Pak Azman sangat berjasa bagi Batam. Menjalankan tugas tak kenal lelah. Selalu hadir cepat,  saat masyarakat membutuhkan. Dan telah banyak menyelamatkan nyawa orang. Pejuang sejati tak pernah pensiun dalam pengabdian bagi masyarakatnya,” kata Ismeth Abdullah.
” Azman orang yang bersemangat dan loyal dengan tugasnya. Meski bekerja di bagian pemadam kebakaran yang berbahaya, Azman tetap konsisten dan menjaga amanah,” kata Mustofa Widjaja. “Azman sahabat saya sejak jadi pegawai negeri. Azman sangat disiplin. Saya salut, Azman bisa menulis biografinya,” kata Aspawi Nangali.
“Saya berteman sejak kecil dengan Azman, dari SD sampai SMP di Belakangpadang. Azman orang yang sederhana, pekerja keras dan senang bergaul dengan siapa saja. Saya menyambut baik terbitnya biografi Anak Pulau Jadi Pamong, semoga jadi teladan kita semua,” kata Salam, owner Edukits dan Holland Bakery, Batam.
Prof Dr Johermansyah Johan, MA pakar otonomi daerah Indonesia dan dosen Azman saat tugas belajar di Institut Ilmu Pemerintahan mengatakan, Azman sangat dekat dengan guru dan dosennya. ’’Kekuatannya, menjaga hubungan baik dengan siapa saja. Azman tipe yang tidak banyak menuntut. Ia kerja, kerja dan kerja saja. Tidak banyak orang seperti Azman. Saya berharap, meski sudah purna tugas, tetap hadir di tengah masyarakat,” katanya.
Pengusaha, politisi dan akademisi Batam yang pernah menjadi Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara Reformasi dan Birokrasi, Dr Asman Abnur, SE, Msi ikut memberikan testimoni untuk Azman. “Saya kenal Azman sejak saya menjadi Wakil Wali Kota Batam sampai saya jadi menteri. Azman seorang pekerja keras dan loyal pada tugasnya. Selamat atas peluncuran buku Anak Pulau Jadi Pamong,” kata Asman Abnur
Menurut Asman Abnur, purna tugas atau pensiun, tidak perlu dikhawatirkan. Setelah ini bukan berarti berhenti, tapi mulai berkarya di bidang yang lain. ’’Dalam hidup saya, tidak mengenal kata pensiun. Sebagai ASN ada periodesasi. Semangat tidak pernah pernah pensiun itu yang membuat orang tetap sehat,” pesan Asman Abnur.
Ulang Tahun ke 60
Peluncuran buku biografi Anak Pulau Jadi Pamong, bertepatan dengan ulang tahun Azman ke 60 tahun. Azman lahir 22 Desember 1965, bertepatan dengan Hari Ibu. ’’Itulah sebabnya, buku biografi saya, diluncurkan hari ini. Saya menceritakan apa adanya dalam buku ini. Kalau ada yang baik, silakan diambil, kalau tidak baik, akan saya perbaiki, karena kesempurnaan hanya milik Allah,” kata Azman.
Azman mendapat suapan tumpeng dari Sekda Kota Batam Firmansyah, dan kue ulang tahun dari istrinya Mardiana serta putranya Herzan dan menantunya. “Saya tidak pernah merayakan ulang tahun. Semoga sisa usia saya berkah,” kata Azman, terharu. Ia mendapat ucapan selamat dari guru, sahabat dan kolega serta keluarganya. Sang istri, Mardiana juga memberikan kejutan dengan lukisan, foto diri Azman, serta foto dan lukisan kedua orang tua Azman.
Bincang Buku
Setelah peluncuran biografi Anak Pulau Jadi Pamong, perjalanan hidup Azman sebagai birokrat, dilanjutkan dengan pembahasan dan bincang buku. Sekda Kota Batam Firmansyah mengakui, ini pertama kali dalam sejarah Pemko Batam, ada pejabat yang pensiun, menulis biografi. “Saya salut, karena Pak Azman masih menyimpan arsip dan dokumen lama,” katanya.

Menurut Firmansyah, banyak suka duka, perjuangan menjadi pegawai negeri atau aparatur sipil negara di Batam. Cerita-cerita lucu, kadang mengharukan, mencuat dalam bincang buku itu. Tampil dalam bincang buku tersebut, Sekda Kota Batam Firmansyah, Azman, Buralimar yang juga ASN senior, Rahman Usman tokoh pendidikan Batam dan Socrates sebagai penulis.
“Saya merinding menulis buku ini. Petugas pemadam kebakaran yang dijuluki Ksatria Biru itu, tidak saja berjibaku melawan dan menjinakkan api, mengevakuasi tawon, ular sampai menurunkan kucing dari atap rumah. Menyemprotkan disinfektan saat covid 19. Yang paling sulit, jika kebakaran terjadi di pulau-pulau hinterland,’’ kata Socrates.
“Saya sangat terbantu dengan website Damkar yang aktif dan up date sejak tahun 2017. Buku ini, tidak saja menjadi sejarah hidup Azman, tapi juga menjadi legacy Azman untuk Batam,’’ kata Socrates.
Buralimar dan Rahman Usman sepakat, judul buku biografi Azman sangat menginspi-rasi, terutama anak-anak pulau atau hinterland di Kota Batam dan Kepulauan Riau. Buralimar mengingatkan, Belakangpadang adalah pulau bersejarah. Begitu juga Pulau Buluh, di Kecamatan Bulang.
Socrates mengatakan, ia sudah menulis empat buku. Yakni, Amazing Batam tahun 2008, Biografi Muljadi, tokoh property Batam pendiri Central Group tahun 2023, Kepri Engineering Directory buku Persatuan Insinyur Indonesia Wilayah Kepri tahun 2024, Biografi Anak Pulau Jadi Pamong 2025 dan saat ini sedang menulis biografi Mustofa Widjaja, mantan Ketua Otorita Batam dan Kepala BP Batam yang direncanakan terbit tahun 2026. ***


