28.3 C
Indonesia
BerandaSINGAPORE CORNERKedai-kedai Kopi Legendaris Singapura

Kedai-kedai Kopi Legendaris Singapura

-

By Sultan Yohana – Hari Minggu, 22 Maret 2026 siang, pulang main bola, perutku terasa lapar. Aku kirim pesan ke istriku, apakah mau makan siang bersama di luar? Ia meminta ketemu di Thomson Plaza. “Heavenly Wang atau Bistro Box?” dia memberi dua pilihan tempat makan yang akan kami nikmati. Saya memilih yang pertama.

Aku sampai duluan di Thomson Plaza. Di Heavenly Wang, hampir semua kursi terisi. Aku menunggu beberapa saat, sampai ada meja kosong. Padahal, hari belum terlalu siang. Saat lewat tadi, kedai Ya Kun Kaya yang berada di mall serupa, aku lihat juga penuh. Heavenly Wang adalah salah satu kedai kopi yang bertahan lama. Padahal, menunya itu-itu saja. Tampilannya pun sederhana. Apa rahasianya?

Heavenly Wang (1953), bersama Ya Kun Kaya Toast (1944), Fun Toast (1941), Killiney (1919); dalam seabad terakhir adalah penguasa perkedaikopian di Singapura. Bahkan, Killiney, tahun ini telah berusia 107 tahun. Di mana-mana keramaian di seantero Singapura, entah itu mall atau pusat kegiatan warga, di sana pasti ada salah satu di antara empat kedai itu.

Beberapa di antaranya, bahkan telah go public dan berstatus perusahaan terbuka, yang sahamnya bisa dijual-belikan oleh siapa saja. Bahkan beberapa di antaranya, telah membuka waralaba hingga ke negara tetangga. Killiney kini beroperasi sebagai waralaba internasional, termasuk di berbagai lokasi di Indonesia sejak 2006. Heavenly Wang ekspansi ke Jakarta, tahun 2022.

Killiney Kopitiam adalah jaringan kafe legendaris dari Singapura yang didirikan tahun 1919 oleh Ah-Gong, terkenal dengan kopi tradisional, kaya toast, dan telur rebus. Menawarkan suasana kopitiam klasik, tempat ini menyajikan kuliner Melayu-Tionghoa dan juga menyediakan produk kopi instan premium.Kedai kopi legendaris itu, tidak sejak awal dinamai Killiney, melainkan Kheng Hoe Heng Coffee shop. Seorang pelanggan kedai kopi bernama Woon Tek Seng yang tak bisa pindah ke lain hati. Saking cintanya kepada racikan kopi, teh hingga roti panggang di situ, ia bermimpi untuk memiliki kedai kopi itu sendiri. Impiannya terwujud pada 1993 saat ia membeli kedai kopi itu, merenovasinya, dan menamainya Killiney Kopitiam.

Kedai pertama berlokasi di 67 Killiney Road, tak jauh dari kawasan pusat perbelanjaan Orchard Road di Singapura. Bangunannya masih kokoh berdiri dengan elemen pera-nakan yang kental. Keotentikan kedai itu dipertahankan hampir dari semua sisi.

Begitu memasuki kedai, kesan vintage langsug terasa meski hanya disaksikan secara virtual. Meja-meja persegi dengan permukaan marmer hijau dilengkapi sejumlah kursi kayu ditata rapi untuk menyambut tamu. Sementara, di dinding dalam kedai terpasang sejarah tentang kedai kopi dan gambar Ah Gong.

Barista terlama di kedai kopi itu adalah Ah Goong, yang paling mengerti takaran minu-man dan makanan di sana. Woon mempertahankannya bersama dua pekerja lain karena percaya bahwa konsistensi rasa sangat krusial bagi kelangsungan kedai kopi itu. Lewat pengalaman mereka pula, keterampilan membuat selai kaya, roti panggang, kopi, dan teh diteruskan kepada generasi yang lebih muda.Bagi warga Singapura, nama Killiney Kopitiam bukan sekadar kedai kopi biasa. Produk kopinya termasuk salah satu cinderamata ikonis dari Singapura. Siapa yang tidak sempat singgah di kedainya langsung, bisa sedikit terobati dengan menyeduh racikan kopi Killiney di rumah masing-masing.

Berikutnya, kedai kopi Fun Toast salah satu merek kopitiam tradisional yang populer di Singapura. Fun Toast berakar dari tradisi kopi tiam Hainan di Singapura, yang sudah ada sejak tahun 1941. Merek ini mengusung konsep nostalgia, menyajikan suasana kopi tiam lama yang menyajikan kopi, teh, dan roti panggang tradisional.

Menu khasnya, selain roti kaya toast klasik, Fun Toast terkenal dengan produk roti panggang yang unik dan berbagai pilihan selai, termasuk pandan kaya dan creamy peanut. Meskipun mempertahankan nuansa tradisional, Fun Toast menonjolkan diri dengan pilihan menu yang “fun” atau menyenangkan, seperti variasi roti dan minuman tradisional yang disesuaikan dengan selera modern

Fun Toast telah berkembang menjadi jaringan kafe yang modern di Singapura, sering ditemukan di berbagai lokasi komersial, seperti di area Tampines Grande dan Guoco Tower. Fun Toast merupakan bagian dari budaya kopitiam Singapura yang kaya, yang diakui sebagai warisan budaya takbenda UNESCO.

Ya Kun Kaya Toast merupakan salah satu kedai favorit di Singapura. Di negeri pulau tersebut kedai-kedai Ya Kun Kaya Toast bisa dijumpai mulai dari sudut-sudut kota hingga bandara. Sejarah membuktikan, perjuangan mendirikan kedai roti Ya Kun Kaya Toast ini tidaklah mudah. Seorang imigran China berusia 15 tahun bernama, Loi Ah Koon, naik kapal laut dari pulau Hainan menuju Singapura.

Ah Koon bekerja sebagai asisten di sebuah kedai kopi Hainan. Dengan cepat ia bisa belajar tentang bisnis dan pekerjaan di kedai kopi tersebut hingga akhirnya dia berani mendirikan kedai kopi sendiri bersama dua rekannya di Telok Ayer Basin. Nanun, usaha ini pecah kongsi dan bubar. Tahun 1944 Loi Ah Koon mendirikan warung kopi pertamanya di Telok Ayer Basin, Singapura. Namanya berasal dari “Ah Koon” yang diubah menjadi “Ya Kun”.

Ia memaksimalkan kemampuan sang istri dalam membuat kaya (selai srikaya) yakni campuran telur dan kelapa yang dioleskan di roti bakar. Setelah 60 tahun dikelola keluarga, anak bungsunya, Adrin Loi, mengambil alih pada 1998, mengembangkan bisnis menjadi waralaba global yang kini hadir di berbagai negara.

Di Indonesia, franchise Ya Kun Kaya Toast sudah ada sejak tahun 2003. Kini, Ya Kun Kaya Toast telah memiliki ratusan gerai di Asia, melestarikan cita rasa roti bakar tradisional dengan konsep yang lebih modern. Ya Kun kini dikenal sebagai salah satu ikon sarapan Singapura atau kopi tiam yang diakui dunia. Menu khasnya,  Kaya Toast with Butter (roti bakar dengan mentega dingin dan selai srikaya), French Toast, Toastwich (roti lapis), telur rebus dan setengah matang, kopi dan teh tarik.

Nah, yang keempat adalah Heavenly Wang,  jaringan kopitiam (kedai kopi) legendaris asal Singapura yang didirikan pada tahun 1953 di sebuah sudut kawasan Bugis Street dengan nama awal Wang Jiao atau Pojok Makmur, yang berfokus pada sarapan tradisional. Menu andalannya meliputi Traditional Kaya Toast, Laksa Sayang, Bibik’s Mee Siam, serta berbagai varian kopi dan teh.

Selama bertahun-tahun, brand ini berkembang menjadi household name (nama yang dikenal luas) yang menyajikan roti panggang srikaya, kopi, dan teh dengan suasana nostalgia. Heavenly Wang dikenal sebagai kafe Asia bersertifikat halal di Singapura. Tahun 2022 Heavenly Wang membuka cabang pertamanya di Summarecon Mall Serpong, Jakarta.

Apa rahasia keempat kedai kopi ini tetap eksis hingga puluhan, bahkan ratusan tahun? Padahal menu-menu yang mereka tawarkan tak pernah berubah sejak didirikan. Menu-menu tradisional andalan mereka, seperti roti kaya, telur setengah matang, laksa, nasi lemak, kopi teh dan turunannya; hingga kini masih jadi andalan mereka.

Mereka tidak “tergoda” untuk mengubah menu-menu yang lebih mutakhir, lebih up-to date. Meski begitu, banyak usaha serupa muncul dengan menawarkan berbagai macam model dan varian yang menggugah selera.

Saya pribadi, ketimbang ngopi di kedai-kedai macam Starbuck dan sebangsanya, sa-ya lebih memilih nongkrong ngopi di kedai-kedai jadul ini. Harga mungkin bukan per-timbangan utama, mengingat berapa sih makanan/minuman yang bisa saya habiskan dalam sekali nongkrong? Ndak banyak, dan lagi pula harga tak terlalu berbeda.

Pertimbangan utama justru pada faktor kenyamanan makanan. Ya, menjalani hidup di Singapura selama hampir 15 tahun, telah membuat kopi pekat saring, roti isi srikaya, telur setengah matang yang dicucuri light soya souce dan merica, roti pandan, nasi lemak, otak-otak; semua ini telah menjadi “comfort food” di lidah saya. Menjadi pilihan pertama saat ngopi nongkrong.

Bagi orang Singapura sendiri, kedai-kedai kopi seolah menjadi identitas serta bagian dari budaya hidup yang harus dilestarikan. Kedai-kedai itu, tak hanya menjadi tempat nongkrong orang-orang tua atau yang sudah berumur seperti saya. Lebih dari itu, generasi-generasi berikutnya, yang muda-muda, bahkan anak-anak, seperti tertular kebiasaan orangtua mereka, untuk ngopi dan mengudap makanan di sana.

Ini yang memberi dugaan saya, kenapa kedai-kedai ini bertahan begitu lama, bahkan bisnis mereka berkembang dengan baik. Di tengah begitu banyaknya kabar begitu ba-nyaknya resotaran-restoran tutup di Singapura, kedai-kedai ini seolah “kebal” dari berbagai persoalan ekonomi yang melanda.

Selain menu yang tetap itu-itu saja, tampilan kedai-kedai tersebut juga terasa lebih “humble”. Ini mungkin “resep rahasia” berikutnya yang membuat mereka tetap eksis. Kios-kios mungil, meja-kursi sederhana, yang seringkali kudu berdesak-desakan dengan meja lainnya, layanan self service, karyawan-karyawannya yang akrab, pembayaran yang masih bisa memakai uang tunai (banyak kedai di Singapura tidak lagi menerima cash), adalah hal-hal sederhana yang masih dipertahankan hingga sekarang.

Bagi saya pribadi, suasana “humble” ini, menghilangkan rasa canggung setiap kali ngopi di sana. Tidak ada sekat-sekat, seolah-olah yang ngopi di sana, semuanya setara. Orang kaya, orang miskin, orang penting, orang rembes sekalipun, dilayani sama. Tidak ada layanan “reserve table”, yang datang belakangan, ya kudu antri. Mau nongkrong seharian hanya dengan secangkir kopi pun, tak dipersoalkan.

Makanan yang itu-itu saja, serta tampilan sederhana yang ditawarkan kedai-kedai yang telah bertahan lama ini, seolah menjadi “anti-tesis” dari doktrin ekonomi mutakhir yang menyebut, “anda harus terus berkreasi dan tampil beda agar konsumen tidak meninggalkan Anda”.

Bagi saya, sukses keempat kedai ini karena mereka telah berhasil “menyentuh” sifat paling dasar dari manusia: yakni keengganan manusia untuk berubah, serta kesukaan selalu berada di zona nyaman. Bisnis yang bisa bertahan lama, memang harus mem-buat nyaman semua orang. Bukan hanya sekedar berburu keuntungan semata.

Apa Kabar Kedai Kopi Batam?

Bagaimana kisah kedai-kedai kopi di Batam, pulau tetangga Singapura ini? Morning Bakery merupakan kedai kopi terkenal  di Batam yang sudah ada sejak tahun 1987 ini dan beberapa kedai kopi ternama lainnya. Tidak banyak informasi dan rekam jejak perjalanan kedai kopi ini. Kedai kopi Morning Bakery berawal dari cabang pertama di Jalan Pembangunan, yang lebih dikenal sebagai kawasan Windsor. Karena sudah berdiri lebih dari 30 tahun, kedai kopi ini sering dianggap sebagai kopi tiam legendaris oleh warga Batam.

Ada yang menyebutkan, Morning Bakery pertama didirikan di Jodoh, ada pula yang mengatakan Morning Bakery Windsor berdiri lebih dulu dibandingkan cabang Jodoh.  Informasi yang diperoleh, awalnya kedai kopi Morning Bakery adalah kerjasama antara Chandra, asal Dabosingkep dengan rekannya. Namun, keduanya pecah kongsi. Nah, Morning Bakery di komplek Jodoh Square jalan sendiri dan Morning Bakery Windsor terus berkembang mengepakkan sayapnya, membuka cabang di berbagai lokasi strategis.

Morning Bakery menjadi cikal bakal populernya budaya sarapan roti dan kopi tarik di Batam. Morning Bakery adalah salah satu ikon kuliner di Kota Batam yang telah berkembang pesat sejak pertama kali didirikan. Toko roti ini dikenal bukan hanya sebagai tempat membeli roti, tetapi juga sebagai tempat nongkrong atau sarapan populer bagi warga lokal maupun wisatawan.

Meskipun menyandang nama Bakery, tempat ini menawarkan variasi menu yang cukup banyak, mulai dari kudapan manis hingga makanan berat khas Melayu dan nusantara. Morning Bakery memiliki ciri khas aneka roti dan pastry. Pilihan favorit meliputi roti abon, roti isi coklat yang lembut, keju jagung, serta berbagai jenis roti jadul yang teksturnya tetap terjaga sejak dulu. Kopi, teh tarik, teh obeng adalah minuman yang populer di kalangan pengunjung.

Morning Bakery bukan sekadar tempat makan, tapi sudah menjadi simbol budaya sarapan warga Batam. Nama Morning sendiri mencerminkan operasional mereka yang sudah dimulai sejak pagi untuk melayani orang-orang sarapan sebelum berang-kat kerja. Ciri khas Morning Bakery adalah area duduknya yang luas dan terbuka.

Di tangan generasi kedua, putra Chandra Frengki terus mengembangkan sayap dan membuka cabang di berbagai lokasi strategis. Hingga saat ini, Morning Bakery memiliki 18 cabang yang tersebar di seluruh Kepulauan Riau yakni di Batam, Tanjung-pinang, dan Karimun.

Beberapa lokasi di Batam antara lain, di Jodoh Square, Windsor, Harbour Bay Batuampar, Tiban, Sekupang, KBC Batam Centre, Nagoya Hill, Green-land Batam Centre, Batu 7 dan Batu 8 Tanjungpinang, Green City dan Dompak serta Park Avenue Mall di Orchard Boulevard, Belian sebagai cabang ke 18. Kini, nama Morning Bakery sering disingkat Morbek oleh warga Batam penyuka kopi.

Salah satu tempat sarapan terkenal di Kota Batam adalah Kopi Ameng Belakang Padang. Awalnya, kedai kopi Ameng dibuka di Belakang Padang, tahun 1980. Sejak dulu, kedai kopi kecil di lapangan bola ini, dikenal dengan teh tarik dan kopi tariknya yang khas, Ameng bertahan dengan menjaga kualitas rasa selama puluhan tahun. Kedai ini, berpindah lokasi sebanyak lima kali, sebelum menetap dan menjadi ikon kuliner di Pulau Belakang Padang.Namun, warga Batam yang ingin mencicipi kopi ini, harus menyeberang naik boat pancung dari Sekupang ke Belakangpadang. Selain kopi dan teh tarik legendaris, kedai ini menyajikan makanan khas Melayu seperti mie lendir, mie laksa, nasi briyani, dan prata.

Kedai kopi Ameng Belakang Padang makin dikenal secara luas sejak 2010 sejak dikembangkan dan dikelola anak-anak Ameng ke Batam. Sekarang, kopi Ameng sudah ada di beberapa lokasi Batam seperti di Tiban, Sagulung, hingga Paragon Hill Batam Kota. Tidak perlu lagi menyeberang antar pulau untuk menikmati minuman dan makanan enak Kopi Ameng.

Salah satu kedai kopi legendaris dan penggemar fanatik di kawasan Nagoya adalah kedai kopi Harum Manis termasuk tempat sarapan enak di Batam yang terkenal legen-daris. Kedai Kopi Harum Manis juga menyajikan beragam hidangan khas masakan Melayu. Namun saat sarapan, menu yang menjadi andalan di Kedai Kopi Harum Manis adalah mi lendir dan teh tarik. Mi Lendir adalah olahan mi yang disajikan dengan kuah kental lengkap dengan beragam topping.

Selain itu, ada kedai kopi yang belakangan semakin ramai. Namanya, Awang Kupi. Lokasinya di ujung pasar Botania 2 Batam Centre. Awang Kupi makin ramai bukan saja karena kopinya enak, juga karena banyak pilihan menu sarapan seperti bubur ayam, prata, lontong sayur dan sebagainya.

Apa bedanya kedai kopi di Singapura dan Batam? Umumnya, kedai kopi di Singapura makin mengucilkan para perokok. Kalaupun ada meja khusus untuk yang merokok, makin lama, mejanya makin sedikit. Sehingga, tidak mengganggu tamu yang tidak merokok. Di Batam, ada anggapan tidak enak ngopi kalau tidak merokok. Apalagi, kini Batam memproduksi rokok sendiri yang harganya jauh lebih murah.

Selain itu, meski Morning Bakery sudah menggunakan QR Code untuk memesan ma-kanan dan minuman, cukup sulit mendapatkan informasi tentang sejarah perjalanan bisnis, perkembangan perusahaan secara lengkap dan rinci. Artinya, kedai kopi di Batam lebih mengandalkan promosi dari mulut ke mulut ketimbang memanfaatkan teknologi informasi. Beberapa di antaranya, sudah memiliki akun media sosial.

Perbedaan yang paling menyolok adalah, kedai kopi di Singapura sudah go international, sedangkan di Batam masih bersifat lokal. ‘’Pemerintah mesti mendorong usaha-usaha para entrepreneur seperti ini. Tidak perlu studi banding ke Singapura, studi tiru saja,’’ kata Asman Abnur, pengusaha, politisi, akademisi dari Batam ini. ***

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

LATEST POSTS

Mengapa Berobat ke Singapura dan Malaysia?

By Socrates - Dalam pidato peresmian rumah-rumah sakit, para pejabat kita sering berkata, agar warga Batam tidak perlu berobat ke luar negeri. Lantas, mengapa warga...

Singapura Surga Judi di Asia Tenggara

By Socrates - Perjudian di Singapura dimulai sejak era kolonial Inggris dan dilegalkan tahun 1923. Awalnya, hanya eksperimen. Tapi aibatnya, warga Singapura kecanduan judi. Kejahatan...

Singapura, Kota Impian Wisatawan

By Socrates – Unik. Itulah kata yang pas untuk menggambarkan Singapura. Kata ini pula –Uniquely Singapore– yang dijadikan negara kota itu sebagai city branding menarik...

Lini Masa Sejarah Singapura

By Socrates- Singapura kini menjadi salah satu kota penting di dunia. Kemajuan kota ini, jauh meninggalkan kota terdekatnya, seperti Johor dan Batam. Padahal, jarak Batam...

Most Popular

spot_img