24 C
Indonesia
BerandaBISNISAsman Abnur Hadiri Peresmian Pabrik Kopi Kapal Api Wazaran di Jeddah

Asman Abnur Hadiri Peresmian Pabrik Kopi Kapal Api Wazaran di Jeddah

-

By Socrates – Siapa tidak kenal kopi Kapal Api? Kopi legendaris yang didirikan tahun 1927 ini, awalnya dijual keliling kampung. Pendirinya Go Soe Loet. Usaha kopi ini dipikul sendiri jalan kaki ke pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Dulu, namanta kopi bubuk Hap Hoo Tjan

‘’Saya bangga, ada perusahaan Indonesia buka pabrik di Timur Tengah. Namanya Kapal Api Wazaran. Wazaran adalah mitra lokal. Pasar Timur Tengah, sangat besar. Selain itu, harga gula dan komponen lainnya lebih murah,’’ kata Asman Abnur, pengusaha Batam yang diundang pada acara peresmian pabrik itu di Jeddah.

Kisah perjalanan bisnis kopi Kapal Api cukup panjang. Go Soe Loet menanti kapal merapat ke pelabuhan. Awak kapal adalah sasaran jualan kopinya. Anak-anak Go Soe Loet, Soedomo, Indra dan Soetikmo turut membantu memasarkan kopi tersebut. Umumnya, pelangggan kopi bubuk ini para pelaut.

Inilah yang menginspirasi Soedomo untuk membuat perusahaan kecil yang memproduksi kopi dengan lambang kapal api yang mencerminkan sebuah harapan baru, semangat juang, dan kemajuan teknologi.

Seiring perjalanan waktu, kopi Kapal Api terus berkembang. Inovasi dilakukan. Kopi Kapal Api bisa dinikmati dimana saja dan kapan saja dengan tetap menjaga kualitas kopi Kapal Api. Dengan racikan kopi yang turun temurun inilah yang menjadikan cita rasa Kopi Kapal Api tetap menjaga kualitasnya.

Sejak 1985 kopi Kapal Api melakukan ekspansi ke berbagai negara. Produk dari Indonesia ini dipasarkab di Arab Saudi, lalu tahun 1987 masuk di pasar Hongkong tahun 1987, berlanjut ke Malaysia dan Taiwan.

Pada 11 November 2025 untuk pertama kalinya, Kapal Api meresmikan pabriknya di Jeddah. Namanya Kapal Api Wazaran. Pabrik ini kerjasama Soedomo dan Kholid Bawazier, dua pengusaha besar yang berkongsi, sama-sama berasal dari Surabaya. Kedua pengusaha ini, mulai memberikan kepercayaan penuh pada  Christeven Mergonoto, putera Soedomo.

“Ini simbol bagi generasi ketiga Kapal Api. Simbol mulai ada keberanian generasi ketiga untuk ambil risiko,’’ kata Steven, saat peresmian pabrik di Jeddah. Dengan mendirikan pabrik di Jeddah, Kapal Api memang bisa menjangkau puluhan negara di kawasan itu. Sesama negara Arab sudah punya perjanjian free trade. Pun dengan negara-negara Afrika Utara.

Bebas pajak impor itulah yang akan membuat harga kopi Kapal Api bisa lebih murah. Yang dipasarkan di kawasan itu tetap sama: merek Kapal Api untuk kopi tubruk; Good Day untuk kopi instan.Kapal Api menguasai 60 persen market share di Indonesia. Kapal Api juga berhasil menjadi perusahaan kopi terbesar ketiga di dunia.

Dengan memadukan keahlian kopi Kapal Api dengan wawasan pasar dan infrastruktur Wazaran, mereka tidak hanya mengimpor kopi, tapi juga mengembangkan budaya kopi baru di Arab Saudi. Visi kopi Kapal Api Wazaran adalah enjadi merek kopi tepercaya di Kerajaan Arab Saudi dan kawasan yang lebih luas, menghadirkan kualitas, konsistensi, dan rasa rumah di setiap cangkirnya.

Misinya, mendirikan merek kopi Indonesia pertama yang diproduksi secara lokal di Arab Saudi, dengan bangga di bawah inisiatif “Saudi Made”. Menghadirkan produk kopi kelas dunia yang memadukan cita rasa autentik, inovasi modern, dan relevansi lokal. Serta menciptakan pertumbuhan dan nilai berkelanjutan bagi konsumen, mitra, dan komunitas kami. ***

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

LATEST POSTS

Most Popular

spot_img