By Socrates – Masjid Jabal Arafah, selain pusat ibadah Islam dengan manajemen masjid modern, kini menjadi ikon dan destinasi wisata religi Batam dan Kepulauan Riau. Masjid Jabal Arafah dirancang dengan konsep modern dan arsitektur minimalis. Dibangun November 2011 dan diresmikan Jumat 13 Juli 2012 silam.
Masjid Jabal Arafah juga memiliki tower setinggi 38 meter dan diberi nama Menara Jabal Arafah (MJA) Tower, yang diresmikan 19 Maret 2014. Dari menara yang dilengkapi dengan lift ini, bisa melihat wajah kota Batam dari ketinggian, lalu lintas kapal di selat Phillip serta gedung pencakar langit di Singapura. MJA Tower bisa menampung 60 orang sekaligus, dilengkapi dengan restoran dan kafe serta teropong binocular.
Masjid Jabal Arafah didesain empat tingkat. Lantai I untuk pusat pertemuan, seminar, convention centre. Lantai II ruang salat pria. Lantai III ruang salat wanita dan lantai IV sebagai ruang belajar. Sejak awal, sudah direncanakan masjid Jabal Arafah ditargetkan memiliki hotel syari’ah, sehingga ekonomi masjid berjalan secara mandiri, tidak hanya bergantung pada pemasukan infak saja.
Masjid Jabal Arafah juga memiliki perpustakaan modern untuk umum. Koleksi bukunya 8.245 buku. Beragam koleksi tersedia, baik buku umum; bisnis, hobi, bahasa, motivasi, sejarah, psikologi, dan tentu saja buku-buku Islami. Pustaka itu terasa nyaman dan dilengkapi lima unit komputer untuk mengakses internet.
Masjid Jabal Arafah didirikan tidak hanya sebagai tempat ibadah umat Islam, tetapi juga sebagai pusat dakwah, pemberdayaan umat, pelatihan dan pendidikan, pemberdayaan ekonomi umat Islam serta menjadi destinasi wisata religi.
Sejak kehadiran Masjid Jabal Arafah di kawasan Pelita, jantung bisnis kota Batam ini, memicu pembangunan hotel, pusat kuliner, restoran dan apartemen di kawasan Nagoya Thamrin City (NTC) Batam. Kawasan terpadu NTC kini menjadi pusat gaya hidup modern. Mencakup dua tower apartemen, dua office tower, shop house, serta food street. NTC menjelma menjadi destinasi bisnis dan kuliner. Kawasan ini diminati investor Singapura dan Malaysia.
Nagoya Thamrin City sejak awal memiliki akses jalan ke Masjid Jabal Arafah. Padahal, jauh sebelum masjid ikonik ini berdiri, sudah ada kawasan Nagoya Hill Shopping Mall yang mulai beroperasi tahun 2006, lalu dilengkapi dengan Nagoya Hill Hotel, hotel bintang 4 yang terdiri dari 12 lantai. Namun, tidak ada akses jalan ke masjid tersebut.
Masjid Jabal Arafah dibangun oleh Dr Asman Abnur, SE, Msi, pengusaha terkemuka Batam, politisi dan menteri pertama dari Kepri dan juga seorang akademisi. Asman Abnur mendapat amanat dari sang ayah H Aburuddin Hamzah dan Hj Nurcaya, nama keduanya disingkat menjadi Abnur, membangun sebuah masjid.
Sesaat sebelum pelaksanaan shalat Idul Firtri 1447 Hijriah, Sabtu 21 Maret 2026 di depan ribuan jamaah, Asman Abnur mengumumkan, akan membangun sebuah gedung yang dinamakan Menara Madani dan Jabal Arafah Syariah Hotel.
“Doakan kami, Insya Allah akan dibangun sebuah gedung yang tekadnya menjadi gedung tertinggi di Nagoya,” ujar Asman Abnur di hadapan sekitar 2.500 jemaah yang memadati masjid. Asman Abnur adalah Ketua Dewan Pembina Yayasan Arafah Batam.
Pembangunan Menara Madani dan Jabal Arafah Syariah Hotel, kata Asman Abnur yang juga doktor ekonomi syariah jebolan Universitas Airlangga ini, saat ini sedang dalam proses pematangan lahan di sisi kanan Masjid Jabal Arafah. Gedung tersebut, sebagai bagian yang terintegrasi sebagai fasilitas Masjid Jabal Arafah menuju visi Batam Kota Madani.
Gagasan dan visi Batam sebagai Bandar Dunia Madani, dicetuskan oleh Wali Kota Batam Nyat Kadir bersama Wakil Wali Kota Batam Asman Abnur, periode 2001 sampai 2005. Julukan ini merujuk pada visi pembangunan kota yang modern, maju, dan religius.
Pasangan Nyat Kadir dan Asman Abnur adalah wali kota dan wakil wali kota pertama pada era otonomi daerah. Pada periode ini, visi Batam sebagai bandar dunia madani diawali dengan penataan administrasi pemerintahan, pembangunan infrastruktur dasar, dan peningkatan ekonomi di tengah transisi Batam menjadi kota industri, serta berkomitmen membangun Batam yang lebih maju, peningkatan kualitas sumber daya manusia yang berbudaya, berakhlak mulia, dan religius serta menjunjung nilai-nilai budaya Melayu dan Islami.
Visi Batam sebagai bandar dunia madani ini, diteruskan oleh walikota Batam Ahmad Dahlan periode 2006 – 2016, walikota Batam Muhammad Rudi 2016 – 2024 serta walikota Batam Amsakar Achmad periode 2024 sampai sekarang.
Sebagai simbol religiusitas yang modern, puncak gedung tersebut akan dilengkapi dengan kubah (dome) yang melambangkan identitas keislaman dan kemadanian. “Di atas gedung, akan kita bangun dome yang melambangkan Madani tersebut. Insya Allah, Masjid Jabal Arafah akan menjadi representasi dan destinasi khusus bagi masyarakat umat Islam,” kata mantan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi tersebut.
Sambil menyiapkan proyek menara madani tersebut, yayasan Jabal Arafah juga terus mematangkan fasilitas di bangunan utama Masjid Jabal Arafah. Pada akhir tahun ini, ditargetkan lantai empat masjid sudah dapat difungsikan sebagai ruang kelas belajar agama.
Untuk mempermudah akses jemaah, sebuah lift akan segera dipasang menghubungkan lantai dasar hingga lantai empat. “Kami akan melaksanakan beberapa kelas agama nanti di lantai empat, yang akan disambungkan oleh sebuah lift ke atas,” kata Asman sembari membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin berpartisipasi dalam pembangunan fasilitas dakwah ini.
Kredibilitas Masjid Jabal Arafah sebagai pusat syiar di perbatasan rupanya telah menarik simpati internasional. Asman mengungkapkan bahwa pengembangan fasilitas interior, termasuk karpet di lantai dua dan tiga, merupakan sumbangan dari donatur mancanegara, termasuk dari Uzbekistan dan Singapura.
Langkah ekspansi ini diharapkan semakin memperkokoh posisi Masjid Jabal Arafah tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat kebudayaan dan pendidikan yang mampu menggerakkan ekonomi umat di kawasan strategis Nagoya. “Mohon dukungannya, mohon doanya, agar apa yang kami cita-citakan ini menjadi kenyataan,” kata Asman Abnur, yang diaminkan jamaah shalat Idul Fitri. ***


