By Socrates – Mobil dan motor listrik, makin banyak mengaspal di Batam. Sampai perte-ngahan 2026 perkembangan kendaraan listrik di Batam menunjukkan tren meningkat. Kalau dulu, warga Batam bertanya apakah kendaraan listrik bagus? Kini, pertanyaannya, kendaraan listrik model apa yang paling oke?
Mobil dan motor listrik, menjadi daya tarik tersendiri karena Batam kawasan Free Trade Zone (FTZ). Pembebasan pajak impor untuk kendaraan CBU (Completely Built Up) membuat mobil listrik kelas atas seperti BYD, Hyundai, dan Wuling cukup kompetitif di pasar Batam.
Kode plat kendaraan atau nomor polisi di Batam dan Kepri adalah BP. Uniknya, Batam sebagai kawasan FTZ memiliki dua jenjs plat kendaraan. Yakni, plat putih atau hitam, untuk kendaraan rakitan dalam negeri (CKD) atau kendaraan impor yang telah melunasi PPN sebesar 11% dari Nilai Jual Kendaraan Bermotor. Kendaraan ini berstatus nasional dan bisa dibawa keluar dari wilayah Batam.
Ada lagi kendaraan plat hijau, digunakan untuk kendaraan impor (CBU) yang menda-patkan fasilitas pembebasan bea masuk, PPN, dan PPNBM. Kendaraan ini hanya boleh dioperasikan di kawasan perdagangan bebas seperti Batam, Bintan, dan Karimun. Dan tidak bisa dibawa keluar Batam, kecuali melunasi PPN dan PPNBM.
Belakangan, ada plat kendaraan dengan unsur biru di Batam yang menanda-kan kendaraan listrik di kawasan perdagangan bebas (FTZ). Plat kendaraan hijau garis biru menandakan kendaraan listrik milik pribadi atau dinas di kawasan FTZ. Plat hitam garis biru, kendaraan listrik pribadi umum. Plat putih garis biru artinya Surat Tanda Coba Kendaraan (STCK) listrik. Garis biru pada plat nomor merupakan tanda khusus yang ditetapkan Polri untuk mempermudah identifikasi kendaraan listrik, sesuai Perpres No 55 Tahun 2019.
Beberapa keunggulan mobil listrik antara lain, mesin yang digunakan pada mobil listrik lebih halus dan senyap, sehingga nyaman untuk berkendara. Biaya perawatan kendara-an listrik relatif murah. Mobil ini tidak membutuhkan oli dan jumlah komponen yang lebih kecil. Mobil listrik juga tidak punya knalpot. Cara kerjanya, mengubah listrik menjadi energi kinetik. Tidak ada proses pembakaran bahan bakar sehingga tidak perlu knalpot. Mobil listrik nol emisi, tidak ada asap buang dan polusi, senyap tanpa bunyi mesin dan ramah lingkungan.
Lini Masa Mobil Listrik
Pada abad ke 18 dalam rentang waktu tahun 1832 hingga 1939 Robert Anderson asal Skotlandia menciptakan kereta roda tiga bertenaga baterai non-isi ulang pertama. Mobil listrik pertama kali dirintis oleh Robert Davidson, seorang ahli kimia yang mencoba mem-buat mobil listriknya di tahun 1837.
Davidson menciptakan kendaraan bertenaga baterai bernama “Galvani” yang diuji di Edinburgh-Glasgow Railway pada tahun 1842. Karyanya merupakan tonggak awal dalam sejarah transportasi listrik, jauh sebelum motor listrik menjadi praktis untuk penggunaan massal.
Pada tahun 1884 Thomas Parker membangun mobil listrik praktis pertama di London menggunakan baterai isi ulang berkapasitas tinggi. Empat tahun kemudian, tahun 1888 Andreas Flocken menciptakan mobil listrik pertama di Jerman yang dianggap sebagai mobil listrik penumpang pertama di dunia.
P1 adalah mobil listrik besutan Porche yang pertama kali diperkenalkan tahun 1898. Na-mun, faktor harga dan kecepatan, serta keterbatasan masa hidup mesin dengan tenaga baterai, dan makin banyak tersedia bahan bakar minyak, perkembangan mobil listrik terhenti, selama hampir 200 tahun kemudian.
Para penemu di berbagai belahan dunia sudah bereksperimen dengan motor listrik. Da-lam rentang waktu 1890 sampai 1910 adalah masa awal kejayaan mobil listrik. Pada awal abad ke-20, mobil listrik sangat populer di kota-kota besar seperti New York dan London.
Dibandingkan mobil bensin saat itu, mobil listrik tidak berisik, tidak mengeluarkan asap berbau tajam, dan tidak memerlukan tenaga besar untuk menyalakan mesin, tanpa tuas engkol atau hand-crank. Sekitar sepertiga kendaraan di jalanan Amerika Serikat pada tahun 1900 adalah kendaraan listrik. Bahkan, armada taksi pertama di New York adalah mobil listrik.
Namun, tahun 1910 sampai 1960-an, mobil listrik mulai ditinggalkan. Dominasi mobil lis-trik runtuh karena beberapa faktor seperti, produksi massal membuat mobil bensin jauh lebih murah. Penemuan starter listrik tahun 1912 sehingga engkol tangan pada mobil bensin tidak diperlukan lagi membuatnya lebih mudah digunakan wanita dan kaum urban.
Selain itu, penemuan cadangan minyak besar dan pembangunan jalan tol antar-negara bagian membuat orang butuh kendaraan dengan jarak tempuh jauh, sesuatu yang tidak bisa dipenuhi baterai saat itu. Namun, krisis minyak tahun 1973 memicu Kembali minat pada energi alternatif. Era 1970-an sampai 1990-an mobil listrik dilirik kembali.
Mobil listrik modern pertama dari pabrikan besar seperti General Motors EV1 pada tahun 1996. Meski akhirnya proyek ini dihentikan dan mobil-mobilnya dihancurkan, EV1 mem-buktikan bahwa mobil listrik bisa sangat kencang dan efisien. Mobil listrik yang dikem-bangkan antara tahun 1996 hingga akhirnya harus terhenti di tahun 2001 karena alasan mahalnya biaya produksi.
Mobil bernama EV1 ini sangat keren untuk mobil listrik di masanya karena mampu berak-selerasi dari kecepatan 0 hingga 80 km per jam hanya dalam 7 detik saja! Namun sayang, kini mobil tersebut hanya bisa dilihat di Smithsonian Museum of American History.
Maju ke 2018, kini sudah banyak produsen mobil yang mengembangkan mobil listriknya; sebut saja perusahaan start-up paling trendi yaitu Tesla Motors. Tesla mengembangkan mobil listriknya di 2006, dengan adanya bantuan pinjaman dana dari pemerintah Amerika sebesar $465 juta untuk biaya riset dan pengembangan.
Wuling Motors pun juga sudah memasarkan mobil listriknya di Tiongkok yang dinamai Baojun E100 bulan Juli, 2017. Saat diluncurkan ada 5.000 orang yang mendaftar untuk memperebutkan 200 produksi perdananya. Kelebihan dari seri ini adalah kemampuannya untuk menempuh 155 km hanya dengan sekali isi baterai, pengisian selama 7.5 jam.
Dua peristiwa besar mengubah arah sejarah. Yakni, lahirnya Tesla tahun 2003. Tesla Motors didirikan dengan visi membuktikan bahwa mobil listrik bisa lebih keren dan lebih cepat daripada mobil bensin. Peluncuran Roadster tahun 2008 mengubah persepsi dunia. Selain itu, kemajuan baterai Lithium-ion. Teknologi yang awalnya untuk laptop ini memungkinkan kapasitas penyimpanan energi yang jauh lebih besar dan bobot yang ringan.
Kecepatan maksimum dan jarak tempuh mobil listrik juga meningkat pesat. Pada awal dirintis era 1890-an kecepatan maksimumnya hanya 30 kilometer per jam dengan jarak tempuh 50 kilometer, tahun 1990 mobil listrik EV-1 bisa melaju derngan kecepatan 129 kilometer per jam. Sejak pertengahan tahun 2025 sampai saat ini, mobil listrik bisa melaju dengan kecepatan lebih 300 kilometer perjam dengan jarak tempuh 500 sampai 800 kilometer.
Ada empat kategori mobil listrik. Pertama, jenis Battery Electric Vehicle (BEV). Ini adalah mobil listrik murni. Mobil ini tidak memiliki mesin bensin sama sekali dan hanya mengandalkan baterai sebagai sumber tenaga. Menggunakan motor listrik yang ditenagai oleh baterai besar. Pengisian daya dilakukan dengan mencolokkan kabel ke sumber listrik (charging station).
Kedua, jenis Hybrid Electric Vehicle (HEV). Mobil hybrid memiliki dua mesin: mesin bensin dan motor listrik. Motor listrik di sini berfungsi untuk membantu efisiensi bahan bakar. Baterai terisi secara otomatis melalui pengereman (regenerative braking) atau dari putaran mesin bensin.
Ketiga, jenis Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV). Cara kerjanya, memiliki mesin bensin dan motor listrik, tetapi baterainya lebih besar dari hybrid biasa dan bisa dicolokkan (plug-in) untuk diisi dayanya. Dan keempat, Fuel Cell Electric Vehicle (FCEV). Mobil listrik jenis ini masih jarang di pasar massal Indonesia, namun teknologinya terus berkembang. Menggunakan gas Hidrogen sebagai bahan bakar. Hidrogen tersebut diubah menjadi listrik melalui fuel cell untuk menggerakkan roda.
Industri Mobil Listrik di Indonesia
Produsen mobil listrik juga terus bertambah. Sampai tahun 2026 ini, industri mobil listrik di Indonesia berkembang sangat pesat dengan banyaknya merek yang telah memba-ngun pabrik perakitan lokal. Antara lain, Hyundai yang memproduksi Ioniq 5 mobil listrik pertama yang dirakit massal di Indonesia dan generasi terbaru Kona Electric. Juga ada Wuling yang memproduksi seri Air EV, Binguo EV, dan Cloud EV. Wuling dikenal sebagai pemimpin pasar mobil listrik terjangkau di Indonesia.
Dua tahun terakhir, banyak merek baru yang kini sudah memproduksi mobil listrik di Indo-nesia, seperti BYD (Build Your Dreams) merakit model-model seperti Atto 3, Dolphin, Seal, dan M6. Lalu ada Chery merakit seri Omoda E5 dan sub-brand Jaecoo. Serta Morris Garages memproduksi MG 4 EV dan MG ZS EV dan AION (GAC) yang memproduksi model seperti Aion Y Plus dan Aion V.
Produsen mobil listrik dunia, hingga April 2026 juga terus bersaing. Tidak hanya antara Tesla dan BYD, kini industry kendaraan listrik telah menjadi kompetisi skala besar yang melibatkan banyak pemain baru.
Model unggulan Tesla adalah Model Y, Model 3, dan Cybertruck. Sedangkan unggulan BYD adalah Atto 3 (Yuan Plus), Dolphin (Seagull), dan Seal. Geely Group dari Tiongkok, kini menjadi kekuatan raksasa karena menaungi banyak merek global ternama yang ber-transformasi ke listrik. Juga ada Volkswagen Group dari Jerman dan anak perusahaan VW, Audi, Porsche, Skoda, dan Cupra. Serta Hyundai Motor Group dari Korea Selatan, termasuk Kia dan Genesis. Saat ini, hampir semua pabrikan besar telah berkomitmen untuk menghentikan mesin pembakaran internal dan beralih sepenuhnya ke listrik.
Mobil Listrik di Batam
Sejak meletusnya konflik di Timur Tengah, perang antara Amerika Serikat, Israel dengan Iran, diblokade Selat Hormuz jalur paling krusial untuk perdagangan energi global, teru-tama minyak, orang mulai mempertimbangkan mobil listrik sebagai solusi kendaraan ma-sa depan yang lebih ramah lingkungan. Termasuk di Batam.
Secara nasional, Kemenhub mencatat populasi kendaraan listrik mencapai 342.118 unit pada akhir 2025. Batam, sebagai salah satu kota besar dengan adopsi teknologi tinggi, menjadi salah satu kontributor utama di luar Pulau Jawa. Namun, belum diperoleh data terbaru mobil dan motor listrik di Batam. Jumlah kendaraan listrik di Batam diperkirakan mencapai lebih dari 1.500 hingga 2.000 unit.
Mobil listrik diperkirakan berjumlah sekitar 600–800 unit. Model yang paling mendominasi jalanan Batam adalah Wuling (Air EV & Binguo) dan Hyundai (Ioniq 5), dan merek-merek baru seperti BYD dan GWM yang baru saja membuka diler di Batam akhir 2025. Sedangkan motor listrik diperkirakan mencapai 1.200 unit lebih.
Pertumbuhan ini didorong oleh banyaknya merek lokal dan distributor yang masuk ke pasar Batam, serta penggunaan motor listrik untuk kebutuhan operasional ojek online dan logistik. Kenaikan BBM non subsidi yang berkisar 48,79 persen sampai 66,91 persen untuk jenis Pertamax Turbo, Dexlite dan Pertamina Dex sejak 18 April 2026 ikut mempengaruhi konsumen beralih ke mobil dan motor listrik.
Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum di Batam
Namanya kendaraan listrik, sumber energinya tentu saja daya listrik. Maka, untuk menjalankan mobil atau motor listrik harus dengan proses charge. Bisa di rumah atau stasiun pengisian mobil listrik, atau yang disebut Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).
Namun, masih banyak calon konsumen yang masih ragu karena keterbatasan daya listrik di rumah instalasi home charging dan kekhawatiran jarak tempuh (range anxiety) dan mobil atau motor listrik, mogok di tengah jalan.
Prinsip dasar pengisian daya listrik, hampir serupa dengan prinsip mengisi baterai. Anda harus memperhatikan komponen pengisian baterai seperti adaptor, konektor, dan sumber listrik. Ada dua cara mengecas mobil listrik. Mengisi daya yang sudah ada di dalam mobil. Listrik masuk ke dalam mobil menggunakan arus bolak-balik. Charger ini berguna sebagai adaptor untuk mengganti arus bolak balik yang berasal dari luar supaya menjadi arus searah sehingga arus listrik ini bisa masuk ke dalam baterai.
Cara lain, charger pengisi daya mobil listrik terpisah. Tidak ada pengisi daya di dalam mobil dan menggunakan listrik arus searah supaya bisa masuk ke dalam baterai. Keba-nyakan mobil listrik menggu-nakan on board charger sebagai sistem pengisian dayanya. Umumnya, pengisian mobil listrik berkisar antara 2 hingga 4 jam, tergantung kapasitas baterai kendaraan. Kini, banyak mobil listrik juga telah dilengkapi dengan fitur easy charging.
Penggunaan kendaraan listrik (EV) di Indonesia tengah memasuki fase transisi yang sangat dinamis pada tahun 2026. Setelah pemberian insentif besar-besaran, kini arah kebijakan pemerintah lebih berfokus pada penguatan industri lokal dan penyesuaian pajak daerah. Penjualan terus menunjukkan tren positif dengan lonjakan signifikan di sektor roda dua atau motor listrik dan mobil city car listrik yang harganya kian kompetitif.
Sampai April 2026, infrastruktur pengisian daya kendaraan listrik di Indonesia telah mengalami peningkatan yang sangat pesat. Saat ini terdapat sekitar 4.769 unit SPKLU yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Penggunaan kendaraan listrik di Indonesia terus didorong sebagai bagian dari upaya menciptakan sistem transportasi yang ramah lingkungan. Seiring tren tersebut, infra-struktur pendukung seperti Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) juga terus dikembangkan, termasuk di Kota Batam.
Sebagai penyedia listrik di Batam, PLN Batam terus memperluas jaringan SPKLU guna mendukung ekosistem kendaraan listrik dan transisi energi bersih. Manajer Humas PLN Batam, Yoga Perdana Sulastama mengatakan, pengembangan SPKLU dilakukan untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat pengguna kendaraan listrik.
“PLN Batam berkomitmen mendukung program pemerintah dalam pengembangan ken-daraan listrik, salah satunya melalui penyediaan SPKLU di berbagai titik strategis,” ujar Yoga kepada wartawan, Sabtu (18/4/2026).
SPKLU merupakan fasilitas khusus untuk pengisian daya kendaraan listrik yang diran-cang dengan standar teknis dan keamanan tertentu. Infrastruktur ini berbeda dengan Stasiun Penyedia Listrik Umum (SPLU) yang digunakan untuk kebutuhan listrik skala kecil.
Menurut Yoga, SPKLU telah dilengkapi teknologi pengisian cepat (fast charging) sehing-ga lebih efisien dan praktis bagi pengguna. Saat ini, SPKLU di Batam telah tersebar di sejumlah lokasi strategis, mulai dari pusat perbelanjaan, hotel, kawasan perkantoran hingga area publik.
Beberapa titik SPKLU yang telah tersedia antara lain di Grand Batam, Harbourbay, Mega Mall, Nagoya Thamrin, Padang Golf Sukajadi, hingga Metro Showroom. Selain itu, fasili-tas serupa juga dapat ditemukan di Mall Botania, Kantor PLN Korporat, Kantor PLN Disyan 1 dan 2, Hotel Harris Batam Centre, kawasan Petra Tiban, Kantor Pajak Sukajadi, Taman Golf Residence, showroom kendaraan listrik BYD, Kantor PP Polri, Polresta Barelang, hingga Masjid Bintang Amin Angkasa.
Dengan semakin banyaknya titik pengisian, masyarakat pengguna kendaraan listrik kini memiliki akses yang lebih mudah dan tidak perlu khawatir kehabisan daya saat beraktivitas. Yoga menambahkan, pengembangan SPKLU akan terus dilakukan secara bertahap me-ngikuti pertumbuhan jumlah kendaraan listrik di Batam. “Kami melihat tren kendaraan listrik terus meningkat. Karena itu, infrastruktur pendukung juga harus siap agar masyara-kat semakin nyaman beralih ke energi bersih,” katanya.
Penguatan jaringan SPKLU diharapkan dapat mempercepat transisi energi sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil. Selain lebih ramah lingkungan, kendaraan listrik juga dinilai lebih efisien dalam jangka panjang, sehingga berpotensi menjadi solusi transportasi masa depan di Indonesia.
Tarif dasar SPKLU di Batam saat ini, Rp.2.466 per kWh dan biaya layanan gratis. Sedangkan untuk home charging dengan sistim pasca bayar. Program layanan yang berlaku saat ini, mendapat diskon pasang baru 35% untuk semua golongan tarif. Bagi warga Batam yang mengajukan pengajuan pasang baru, bisa datang ke kantor pela-yanan PLN Batam dengan membawa syarat pasang baru ditambah bukti kepemilikan kendaraan.
Saat ini Batam sudah memiliki 20 titik dan 23 unit SPKLU. Anda bisa mengecek lokasi SPKLU terdekat di Batam melalui ev.plnbatam.com. Kunjungi website aplikasi bright EV Charging melalui browser ev.plnbatam.com. Lalu, login menggunakan akun bright EV Charging. Selain informasi lokasi terdekat, juga koneksi yang tersedia. Melalui aplikasi ini, Anda bisa menghubungi petugas PLN Batam, cara mengisi daya serta metode pembayaran.
Pemerintah Kota Batam dan BP Batam terus mendorong penggunaan kendaraan listrik untuk mendukung visi Smart City dan Green City. PT PLN Batam akan menerapkan koneksi energi bersih merencanakan impor “listrik hijau” sebesar 400 MW melalui inter-koneksi Sumatera – Batam untuk memastikan bahwa kendaraan listrik di Batam benar-benar menggunakan energi yang ramah lingkungan. Energi bersih merujuk sumber energi terbarukan, seperti panel surya atau gas alam serta Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) terapung, memanfaatkan waduk-waduk di Batam untuk menghasilkan listrik bersih. (dari berbagai sumber)


