BATAM – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam komunitas Generasi Baru Indonesia (GenBI) Kepulauan Riau, mengikuti Capacity Building dan Leadership Practice, 3 – 5 Juni 2026 di aula Kantor Perwakilan Bank Indonesia, di Batam Centre, Batam. Sebanyak 161 peserta dari Politeknik Negeri Batam, Universitas Maritim Raja Ali Haji dan STAIN Sultan Abdurrahman, tampak antusias dalam kegiatan tersebut.
’’Bank Indonesia memandang, investasi terbaik adalah peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Belajar itu, tidak hanya dari kampus. Saya mengajak para mahasiswa terlibat dalam akselerasi digitalisasi, serta mengajak dan mendorong UMKM naik kelas,’’ kata Rony Widijarto, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau, Rabu 3 Juni 2026.
Provinsi Kepri, kata Rony Widijarto, pertumbuhan ekonominya tinggi, inflasi terjaga, Indek Pembangunan Manusia (IPM) yakni dimensi ekonomi, pendidikan, kesehatan terbaik. ’’Kita memberikan apresiasi kepada pemerintah daerah di Kepri yang mencapai pertumbuhan ekonomi makro. Ini bukan pekerjaan mudah. Bersyukurlah Anda menjadi warga Kepri,’’ ujar Rony.
Hadir di acara pembukaan tersebut, Direktur Politeknik Batam, Ir Bambang Hendrawan, S.T., M.S.M., CIPMP., CISCP. Wakil Rektor III Universitas Maritim Raja Ali Haji Dr Suryadi, S.P. M.H, wakil STAIN Sultan Abdurrahman Kepri, serta Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau, Ardhienus serta Socrates dan Madi Dwinando, narasumber dari Batam Creator Academy.
’’Ternyata, kesempatan di Kepri masih banyak, karena ekonominya didorong oleh industri. Pendapatan per kapita di Kepri, termasuk tiga besar secara nasional. Yang menjadi pertanyaan saya, pertumbuhan ekonomi tinggi, tapi penggangguran juga tinggi,’’ kata Rony yang pernah bertugas di Gorontalo dan Aceh ini.
Dikatakan Rony, Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepri, akan melibatkan GenBI Kepri dalam proses transisi pembayaran konvensional ke digital. ‘’Kalau diperhatikan, masih banyak warga Singapura ke Batam dan Kepri berbelanja dengan uang tunai. Padahal, kita punya QRIS dan bisa membantu UMKM untuk memiliki track record penjualan dan bisa dibantu pembiayaan oleh bank,’’ papar Rony Widijarto.
Bahasa ekonomi, tidak mudah dimengerti oleh masyarakat umum. Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepri, sengaja mendatangkan pembicara ahli ekonomi dari kantor pusat Bank Indonesia, dalam kegiatan Capacity Building GenBI Kepri. ‘’Kami mengundang narasumber dari berbagai bidang, termasuk materi content creator, fotografi dan videografi dari Batam Creator Academy,’’ ujar Rony.
‘’Bagi GenBI Kepri, manfaatkan kegiatan ini sebaik-baiknya. Banyaklah bertanya, gunakan kesempatan ini untuk bersenang-senang, sambil menambah pengetahuan. Kami akan mengajak para GenBI untuk menjadi Duta QRIS UMKM dan dibekali dengan ilmunya. Juga mengajak para GenBI berinteraksi dengan wisatawan asing dan bagaimana membuat konten yang baik, belajar tentang kewirausahaan’’ tutup Rony Widijarto.
Pada sesi pertama, tampil sebagai narasumber Socrates, Direktur Batam Creator Academy tentang tranformasi digital di Batam, peluang kerja baru seperti advance AI, hybrid cloud, game development, mobile developer, dan social media specialist. ‘’Saya menjadi wartawan dari era mesin tik sampai era digital, dari podcast dan menulis berita di TikTok,’’katanya.
Ia membagikan tips membuat konten, cara menggali informasi, jurus menulis untuk pemula dan belajar menjadi host serta berbicara di depan kamera. ‘’Waspadalah dengan kejahatan di dunia maya atau cyber crime. Apa yang Anda posting di media sosial, akan menjadi milik publik,’’ katanya, mengingatkan.
Sesi kedua, narasumbernya Madi Dwinando yang memaparkan kepemimpinan kreatif melalui fotografi dan videografi. Madi adalah seorang Instruktur Metodologi Level IV dari BNSP, profesional dengan keahlian lintas bidang dari teknis hingga manajerial. Dengan pengalaman lebih dari dua dekade di dunia Teknologi Informasi.
Ia pernah menjadi fotografer dan videografer, multimedia specialist, web programming dan digital media, live streaming producer , kameraman & video editor untuk event organizer, producer Mata Lokal Corner (MLC) Tribun Batam dan instruktur pelatihan bersertifikat BNSP.
Materi lainnya adalah tentang bank sentral, overview perekonomian terkini, dasar-dasar bank sentral, kebijakan pengendalian inflasi dan nilai tukar, sistem pembayaran dan Quick Response Indonesia Standard (QRIS) yang disampaikan pemateri dari Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepri.
GenBI (Generasi Baru Indonesia) adalah komunitas mahasiswa penerima program Beasiswa Bank Indonesia. Selain mendapatkan bantuan dana pendidikan dan biaya hidup, anggota GenBI berperan sebagai frontliner dan agen perubahan yang aktif mengedukasi masyarakat mengenai kebijakan serta kelembagaan Bank Indonesia.
Komunitas yang didirikan pada tahun 2011 ini berfokus pada empat pilar utama yakni pendidikan, lingkungan hidup, kewirausahaan dan pengabdian masyarakat Mahasiswa penerima program bantuan pendidikan tersebut secara otomatis menjadi bagian dari komunitas Generasi Baru Indonesia (GenBI).
Melalui program ini, anggota GenBI diharapkan memiliki pemahaman yang baik mengenai peran strategis Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas moneter, sistem keuangan, serta kelancaran sistem pembayaran. Selain itu, mereka juga diharapkan memiliki kepedulian sosial yang tinggi dan mampu berkontribusi dalam mendorong perubahan masyarakat ke arah yang lebih baik.
Secara keseluruhan, program ini bertujuan untuk mencetak generasi muda yang unggul, berdaya saing, dan berperan aktif dalam mendukung pembangunan ekonomi yang berkelanjutan serta inklusif, guna mewujudkan Indonesia sebagai negara maju.
Di wilayah kerja Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau, saat ini terdapat tiga perguruan tinggi mitra yang memiliki komunitas GenBI. Politeknik Negeri Batam sebanyak 55 mahasiswa, Universitas Maritim Raja Ali Haji dengan 55 mahasiswa, dan STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau dengan 52 mahasiswa.
GenBI memiliki visi untuk menjadi komunitas generasi muda yang kreatif, mandiri, dan produktif, serta memiliki kepedulian sosial yang tinggi. Untuk mewujudkan visi tersebut, GenBI menjalankan misi sebagai Frontliners, menjadi garda terdepan generasi muda dalam mendorong perluasan literasi kebanksentralan kepada pelajar, mahasiswa, dan masyarakat umum.
Menjadi agen perubahan (change agents) dengan berperan sebagai teladan (role model) dalam perilaku dan prestasi di kalangan pelajar, mahasiswa, serta masyarakat. Serta future leaders, menyiapkan calon pemimpin muda yang inspiratif dan memiliki motivasi tinggi untuk berkontribusi sebagai energi bagi kemajuan negeri. (socrates)


