Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) diluncurkan 17 Agustus 2019. Dikembangkan Bank Indonesia dan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI). Tujuannya, menyatukan berbagai sistem pembayaran digital di Indonesia, transaksi lebih mudah, cepat, dan aman.
Hingga November 2025 saja, volume transaksi QRIS di Kepri mencapai 88,88 juta transaksi atau naik 197,31 persen dengan nilai transaksi Rp10,25 Triliun. Saat ini, nilai transaksi QRIS di Kepri menembus angka Rp11,54 Triliun.
QRIS adalah inovasi asli Indonesia. Setelah Bank Indonesia berhasil meyakinkan Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP) yang punya format QR sendiri menjadi satu, QRIS yang dibaca KRIS menjelma menjadi kedaulatan keuangan digital Indonesia.
Apa itu QRIS Cross Border yang diluncurkan 29 Agustus 2022 lalu? QRIS dapat digunakan untuk transaksi antarnegara (cross-border) di 9 negara Asia, memudah-kan wisatawan Indonesia bertransaksi tanpa perlu menukar uang tunai. Negara-negara tersebut meliputi Thailand, Malaysia, Singapura, Filipina, Vietnam, Laos, Bru-nei Darussalam, Korea Selatan, dan Jepang. Jepang menjadi negara pertama di luar Asean yang mengadopsi fitur ini.
Penggunaan QRIS di luar negeri ini sangat mudah, cukup memindai QR code lokal di merchant negara tujuan menggunakan aplikasi bank atau e-wallet Indonesia, dan saldo akan terkonversi secara otomatis ke mata uang lokal. Kini, penggunaan QRIS Cross Border sedang dikembangkan ke China, Korea Selatan, India, Uni Emirat Arab dan Arab Saudi.
Bagaimana cara kerja QRIS Cross Border? Apa pengaruh QRIS Cross Border terha-dap money changer? Mengapa QRIS dan Gerbang Pembayaran Nasional (GPN), yang dianggap membatasi ruang gerak perusahaan asing dan disorot Presiden Amerika Serikat, Donald Trump?
Benarkah QRIS mengurangi dominasi Visa dan Mastercard? Bank Indonesia meluncurkan QRIS Tap 14 Maret 2025. Bagaimana perkembangan-nya? Keunggulan QRIS praktis, satu kode untuk semua, cepat dan mudah. Apa bedanya dengan pembayaran kartu debit dan kartu kredit? Benarkah QRIS berkembang pesat karena biaya transaksi maksimal hanya 0,7 % dibanding kartu debit 1% serta kartu kredit hingga 2,5%?
Apa beda mode transaksi Merchant Presented Mode (MPM) merchant menampilkan QR code dan pembeli memindainya, dengan Customer Presented Mode (CPM): pembeli menampilkan QR code dan merchant yang memindainya? QRIS sangat tergantung kecepatan jaringan internet, dan ketersediaan aplikasi. Jika sinyal jelek atau aplikasi bermasalah, transaksi terhambat. Bagaimana mengatasinya?
Kadang terjadi masalah teknis. Transaksi gagal. Dana terpotong tapi tidak masuk ke pedagang. Apa solusinya? Apa tips transaksi QRIS agar aman dan terhindar dari keja-hatan transaksi digital? Ikuti dan simak topik perbincangan seputar QRIS dengan Rony Widijarto Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau. hanya di program Socrates Talk di channel SOCREATIVE MEDIA. Silakan ajukan pertanyaan di kolom komentar.Â


