BATAM- Perkumpulan Kawan Lama (Kalam) Kota Batam mengadakan rapat pengurus harian untuk melengkapi struktur organisasi, dan merencanakan berbagai kegiatan organisasi tersebut, di ruang Natuna Nagoya Mansion, Jumat 31 Juli 2026.
Kalam memiliki kekuatan utama berupa modal sosial, jaringan anggota yang luas, serta pengalaman historis dalam pembangunan Batam. Namun, organisasi perlu memperkuat regenerasi kepemimpinan, meningkatkan profesionalisme tata kelola, dan memanfaatkan teknologi digital agar tetap relevan dengan perkembangan zaman. Perkumpulan Kawan Lama organisasi yang didirikan oleh warga Batam yang sudah berdomisili di Batam sejak tahun 1970-an sampai 1990-an.
‘’Perkumpulan Kalam didirikan untuk menghimpun saudara-saudara kita para senior yang sudah lama berdomisili di Batam. Mari tetap kita jaga rasa persaudaraan dan kekeluargaan anggota Kalam, karena kita saling mengenal satu sama lain,’’ kata Prof Dr Soerya Respationo, SH, MH, MM salah seorang pendiri Kalam.
Perkumpulan Kalam Batam, kata Soerya Respationo, anggotanya beragam. Ada pengusaha, politisi, akademisi, mantan pejabat di BP Batam dan Pemko Batam, serta tokoh masyarakat di berbagai bidang. ‘’Kita ini sebuah keluarga besar. Dinamika yang terjadi, jangan sampai memutus persahabatan dan silaturahmi di antara kita,’’ ujar Soerya Respationo.
Rapat pengurus Kalam dipimpin oleh Ketua Kalam Hermanto M Noor dan Sekretaris Jenderal Irsafwin Chaniago, dihadiri Wakil Ketua Drh Syamsu, MM, Wakil Ketua Rahman Usman, Wakil Ketua Dr H Suyono, SE, MM, Wakil Sekretaris Jeffry De Jong, Wakil Sekretaris Jon Heri, Wakil Sekretaris H Herlambang, SE dan Wakil Bendahara Oenny Zhou. Peserta rapat antara lain, Drs Buralimar Msi, Edi R Surbakti, Ir Manjit Singh, Sarbini SH, Junaidi ST, Bambang W dan Socrates.
Para pendiri dan pengurus  Kalam sepakat, melakukan reorganisasi karena berbagai kendala yang dihadapi organisasi Kalam Batam, seperti wabah Covid-19 dan beberapa pengurus yang tidak aktif lagi. Dalam rapat tersebut, juga disampaikan hasil rapat dewan pendiri dan pengurus, sebelumnya pada 28 Maret 2026.
Rapat anggota Kawan Lama menetapkan pengurus periode 2019 – 2023. Namun, kegiatan organisasi tidak bisa berjalan maksimal karena pandemi Covid-19. Beberapa keputusan rapat tersebut antara lain, memberikan perpanjangan masa bakti Ketua Umum Kalam dengan tugas utama merestrukturisasi susunan pengurus Kalam untuk masa bakti 2026 – 2030.
Hasil restrukturisasi pengurus tersebut diminta persetujuan dewan pendiri Kalam. Dewan Pendiri akan menerbitkan Surat Keputusan tentang kepengurusan dan personalia Kalam Batam untuk masa bakti 2026 – 2030. Dewan Pendiri juga memutuskan serta menugaskan Ketua Umum dan Sekjen Kalam agar melengkapi kepengurusan yang diputuskan tanggal 5 April 2026 lalu.
Kekuatan Perkumpulan Kawan Lama Batam adalah, organisasi ini memiliki ikatan sosial dan historis yang kuat, yakni warga Batam yang memiliki sejarah panjang dalam pembangunan Kota Batam. Kedekatan emosional dan rasa memiliki terhadap daerah menjadi modal sosial yang kuat dalam membangun solidaritas organisasi.
Anggota Kalam berasal dari berbagai latar belakang profesi, seperti pengusaha, akademisi, tokoh masyarakat, birokrat, dan praktisi. Keragaman ini menciptakan jaringan yang luas untuk mendukung berbagai program organisasi.
Sebagai organisasi yang memahami perkembangan Batam dari masa ke masa, Kalam memiliki kapasitas untuk menjadi mitra pemerintah dalam perumusan kebijakan, pelestarian sejarah, dan pembangunan masyarakat.
‘’Saya mengucapkan terima kasih atas kepercayaan pendiri Kalam kepada saya memimpin Kalam. Kepercayaan ini bukan hanya sebuah kehormatan, tapi amanah yang harus saya jalankan dengan penuh tanggungjawab dan komitmen. Saya mengajak seluruh pengurus dan anggota, agar tetap menjaga kekompakan dan mempererat persaudaraan membangun Kalam untuk menjadi organisasi yang bermanfaat bagi seluruh anggotanya,’’ kata Ketua Umum Kalam Hermanto Noor.
Ke depan, direncanakan mengembangan keanggotaan Kalam bagi warga Batam yang sudah berdomisili sejak tahun 1995 dan 2000 serta merekrut generasi muda sebagai calon anggota yang disiapkan untuk regenerasi dan kaderisasi. (socrates)
