BATAM– Bandar Udara Hang Nadim Batam yang dikelola PT Bandara Internasional Batam secara resmi telah dianugerahi sertifikat Customer Experience Accreditation Level 3 dari Airports Council International (ACI) World. Penyerahan penghargaan ini diberikan dalam rangkaian kegiatan ACI World Airport Experience Summit 2026 di Istanbul, Turkiye Rabu, 2 September 2026.

Sertifikat bergengsi tingkat internasional ini diterima secara langsung oleh CEO PT BIB Annang Setia Budhi, didampingi VP Airport Marketing PT BIB Hyeonkyu Yang. Hanya dua bandar udara di Indonesia yang telah mencapai level 3 ini. Yakni, Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang/Jakarta (CGK) yang dikelola PT Angkasa Pura Indonesia dan 1. Bandara Internasional Hang Nadim, Batam (BTH) yang dikelola oleh PT Bandara Internasional Batam (BIB).
Pencapaian Level 3 ini merupakan pengakuan global atas dedikasi, kerja keras, dan kolaborasi solid seluruh karyawan dan pimpinan PT BIB dalam terus meningkatkan standar mutu layanan dan pengalaman pelanggan (customer experience) di Bandara Internasional Hang Nadim Batam.

’’Apresiasi dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran manajemen dan staf. Mari jadikan pencapaian ini sebagai pemicu semangat untuk terus berinovasi dan memberikan pelayanan prima berstandar dunia,’’ kata Annang Setia Budhi.
ACI Airport Customer Experience Accreditation memiliki 5 tingkatan level penilaian. Di Indonesia, jumlah bandara yang berhasil menembus hingga Level 3 masih sangat terbatas dan eksklusif. Tahun 2025 bandara Hang Nadim meraih level 2 pada tahun 2025.
Sebagian besar bandara internasional utama lainnya di bawah naungan InJourney Airports (eks AP I dan AP II) berada pada tahapan Level 1 dan Level 2:
Level 2: Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai (Bali), Juanda (Surabaya), Sultan Hasanuddin (Makassar), SAMS Sepinggan (Balikpapan), Jenderal Ahmad Yani (Semarang), Adi Soemarmo (Solo), dan Pattimura (Ambon). Level 1: Bandara Internasional Yogyakarta (YIA).
Pencapaian Level 3 oleh Bandara Hang Nadim Batam menempatkan BIB di jajaran bandara terdepan di Indonesia serta kawasan regional dalam hal kematangan strategi, tata kelola, dan keterlibatan komunitas bandara untuk kepuasan pelanggan.
Sejak 1 Juli 2022, bandara ini dikelola PT Bandara Internasional Batam, konsorsium Angkasa Pura 1, Incheon International Airport Corporation Korea Selatan dan PT Wijaya Karya. Inilah bandara pertama berbentuk Perseroan Terbatas. Tiga kekuatan inilah yang akan mengembangkan bandara Hang Nadim.
Rencana pengembangan bandara dilakukan dengan sistem Kerjasama Pemerintan Badan Usaha (KPBU) yang pertama di Indonesia. Terobosan yang dilakukan pemerintahan adalah bagaimana membangun infrastruktur tanpa membebani APBN.
Angkasa Pura I berpengalaman mengelola 15 bandar udara domestik, Incheon International Airport Corporation Korea Selatan berpengalaman mengelola bandara internasional dan beberapa kali terbaik di dunia serta Wijaya Karya berpengalaman di infrastruktur. Tahap pertama merenovasi terminal 1 dan membangun terminal 2.
Dengan demikian, dalam tiga tahun ke depan, kapasitas penumpang meningkat dua kali lipat, dari saat ini 5 juta penumpang menjadi 10 juta penumpang. Kekuatan bandara Hang Nadim adalah, Batam merupakan daerah industri dan sekaligus destinasi pariwisata. Berdekatan dengan Singapura dan Malaysia serta kawasan wisata Lagoi di Bintan.
Bandara Hang Nadim mendorong perusahaan penerbangan agar menambah frekuensi penerbangan. Hang Nadim juga bersiap menjadi metaverse airport. Terjadi perubahan dari manual airport ke digital airport. Terminal 2 akan menerapkan teknologi digital. ***

