BATAM – Kepulauan Riau, membutuhkan rasa aman tidak hanya bagi warganya, juga untuk seluruh investor yang menanamkan modalnya di Provinsi Kepri. Media massa juga berperan dalam membangun kepercayaan investor. Polda Kepri mengusung tagline Secure Kepri, Secure Your Investment dan mendukung Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang akan digelar Komunitas Jurnalis Kepri.
Kapolda Kepri Irjen Pol Asep Safrudin menerima kedatangan pengurus Komunitas Jurnalis Kepri (KJK) bersilaturahmi ke Kantor Polda Kepulauan Riau, Senin (24/8/2026) membahas soal keamanan, kompetensi wartawan, hingga peran media dalam membangun kepercayaan investor di Kepulauan Riau.
Kapolda didampingi Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Kepri Kombes Pol Dr. Nona Pricillia Ohei dan Direktur Intelijen Keamanan (Dirintelkam) Polda Kepri Kombes Pol Ferikson Tampubolon. Sedangkan KJK dipimpin Ketua Umum KJK Ady Indra Pawennari, Wakil Ketua Umum Richard Nainggolan, Novianto, Wakil Sekretaris Jenderal Qori Ul Fitra, Ketua Panitia Ambo Akok, Sekretaris Panitia Mohammad Rakhmat, Wakil Bendahara Umum Iman Suryanto, serta Ketua Divisi Jurnalis Perempuan Roma Uly Sianturi.
‘’Komunitas Jurnalis Kepri, meski relatif baru sudah melaksanakan berbagai kegiatan sosial seperti penanaman mangrove, donor darah, kegiatan bersih-bersih pantai, santunan anak yatim piatu, dan penyembelihan hewan kurban. KJK juga ingin profesionalisme wartawan meningkat. Itu sebabnya, kami mengadakan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) secara mandiri 29-30 Agustus 2026 di Tanjungpinang,’’ kata Ady Indra Pawennari.
Richard Nainggolan menambahkan, media di Kepri berkembang sangat cepat. Terjadi perubahan dari media cetak dan media konvensional, ke era digital dengan pertumbuhan media online yang begitu pesat. “Itu sebabnya sertifikasi wartawan ini sangat diperlukan. UKW menjadi bagian dari upaya memastikan seluruh anggota KJK memiliki kompetensi yang memadai dalam menjalankan tugas jurnalistik,’’ ujar Richard ’’opung’’ Nainggolan.
Kapolda Kepri Irjen Pol Asep Safrudin menyambut baik pelaksanaan UKW yang akan digelar KJK. Menurutnya, peningkatan kompetensi wartawan penting untuk memastikan masyarakat mendapatkan informasi yang aktual, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan. “Pemberitaan yang aktual tentu sangat diperlukan. Dan itu juga mendukung kami dalam melaksanakan tugas kami,” kata Asep.
Ia menilai, berita-berita hoaks memiliki dampak yang sangat berbahaya karena dapat memicu kesalahpahaman bahkan menimbulkan konflik di tengah masyarakat. Karena itu, menurut Asep, jurnalis membutuhkan pembekalan yang baik agar mampu menjalankan tugas secara profesional sekaligus memahami tanggung jawab besar di balik setiap informasi yang disampaikan kepada publik.
“Saya berharap, dengan adanya uji kompetensi secara mandiri yang diselenggarakan KJK ini dapat berguna untuk jurnalis. Mereka bisa menjalankan tugasnya dengan baik,” ujarnya. Bagi Kapolda, hubungan antara kepolisian dan media bukan hanya sebatas hubungan kelembagaan. Media juga menjadi salah satu mitra penting dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat dan membantu menjaga situasi keamanan tetap kondusif.
Keamanan Fondasi Investasi
Asep menekankan, keamanan merupakan fondasi utama dalam menarik sekaligus mempertahankan kepercayaan investor di wilayah strategis seperti Kepulauan Riau. Diakatan Asep, Polda Kepri adalah salah satu dari lima Polda terbaik di Indonesia. Capaian tersebut, menjadi pijakan untuk terus mendorong peningkatan kualitas pelayanan kepolisian, termasuk dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
Salah satu strategi yang diusung adalah penguatan tagline “Secure Kepri, Secure Your Investments”. Pesan tersebut menggambarkan keterkaitan erat antara stabilitas keamanan dengan pertumbuhan investasi. Bagi Polda Kepri, konsep tersebut bukan sekadar slogan. Keamanan harus diterjemahkan dalam langkah-langkah konkret dan terstruktur sehingga pelaku usaha maupun calon investor memperoleh kepastian bahwa aktivitas ekonomi mereka dapat berlangsung dengan aman.
Kapolda menilai kondisi keamanan di Kepri saat ini relatif kondusif dan tidak lagi menjadi hambatan utama bagi investor. Meski demikian, stabilitas tersebut harus terus dijaga agar tidak mengganggu momentum pertumbuhan ekonomi yang sedang dibangun.
“Keamanan harus dipastikan terlebih dahulu sebelum investasi datang. Pemerintah sudah mempermudah perizinan dan birokrasi, maka tugas kami adalah memastikan keamanan tetap terjaga,” tegasnya.
Posisi Strategis Kepri
Asep juga menyoroti karakteristik perekonomian Kepri yang berbeda dengan sejumlah daerah lain di Indonesia. Jika beberapa wilayah memiliki kekuatan ekonomi dari sumber daya alam seperti batu bara, sawit, maupun komoditas pertambangan dan perkebunan lainnya, Kepri memiliki keunggulan utama pada letak geografisnya.
Kepulauan Riau berada di kawasan strategis jalur perdagangan internasional, khususnya Selat Malaka. Posisi tersebut menjadi modal penting bagi Kepri untuk mengembangkan perekonomian dan menarik investasi.
“Kepri tidak punya sumber daya alam besar seperti batu bara atau sawit. Kekuatan kita ada pada posisi strategis. Karena itu, keamanan menjadi faktor utama agar investor tetap percaya dan nyaman berusaha di sini,” jelasnya.
Karena itu pula, stabilitas keamanan tidak dapat dipisahkan dari agenda pembangunan ekonomi Kepri. Ketika keamanan terjaga, kepercayaan pelaku usaha dapat tumbuh. Sebaliknya, gangguan keamanan maupun informasi yang menimbulkan persepsi negatif dapat memengaruhi citra daerah.
Media Bangun Narasi Positif
Dalam konteks tersebut, Kapolda mengajak seluruh pemangku kepentingan, termasuk KJK dan insan pers di Kepri, untuk ikut membangun narasi positif mengenai daerah. Ia menekankan pentingnya penyampaian informasi yang akurat, berimbang, dan tidak provokatif agar pemberitaan tidak justru menciptakan persepsi negatif terhadap stabilitas Kepri.
Bagi Asep, media memiliki posisi strategis dalam membentuk persepsi publik. Pemberitaan yang konstruktif dapat membantu memperkuat citra Kepri sebagai daerah yang aman, kondusif, dan layak menjadi tujuan investasi.
Hal tersebut semakin penting karena persaingan antar daerah dalam menarik investor kini semakin ketat. Setiap daerah berlomba menawarkan berbagai keunggulan, mulai dari kemudahan perizinan, infrastruktur, sumber daya manusia, hingga jaminan keamanan.
Dalam kondisi seperti itu, informasi mengenai situasi keamanan menjadi salah satu bagian penting yang ikut diperhatikan investor.
Karena itu, sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dunia usaha, dan media menjadi semakin dibutuhkan. Kepolisian memastikan keamanan dan ketertiban, pemerintah menghadirkan kemudahan serta kepastian regulasi, sementara media menjalankan fungsi jurnalistiknya dengan menyampaikan informasi yang faktual dan bertanggung jawab.
Dengan kolaborasi tersebut, Polda Kepri optimistis Provinsi Kepulauan Riau dapat terus meningkatkan daya saing ekonomi serta menarik lebih banyak investasi, baik dari dalam negeri maupun luar negeri.
Pertemuan KJK dengan Polda Kepri akhirnya tidak hanya menjadi agenda silaturahmi. Di balik diskusi tentang dunia jurnalistik dan keamanan, terselip satu pesan besar: membangun Kepri bukan hanya membutuhkan investasi, tetapi juga kepercayaan dan kepercayaan lahir dari keamanan, kompetensi, serta informasi yang dapat dipertanggungjawabkan. ***

