BATAM – Aliran listrik PLN Batam mendadak mati total, Senin 12 Oktober 2026 dari jam 06.37 WIB sampai tengah malam. Selain Batam, Tanjung pinang dan Bintan juga ikut padam dan mati total alias black out. Selain gelap gulita, internet, air bersih juga ikut mati.
’’Listrik mati, air juga mati, kabut asap pula. Lengkaplah sudah penderitaan,’’ kata Omah, pedagang lontong sayur di pasar Botania 2 Batam Centre. Pasar gelap. Pedagang dan pembeli menggunakan lampu dari smartphone.
Mengapa listrik di Batam mati total secara menyeluruh? Berbagai informasi yang belum jelas kebenarannya, beredar di tengah masyarakat. Ada yang mengatakan karena sambungan kabel bawah laut Batam – Singapura putus. Ada yang bilang penyebabnya karena kabel bawah tanah milik PLN dicuri orang di Jalan Nusa Indah, Mansang Kecamatan Sei Beduk.
Namun, Sekretaris Perusahaan PT PLN Batam Rudi Antono mengatakan, aliran listrik mati total karena adanya hewan liar sejenis monyet masuk ke gardu induk Sei Harapan, Sekupang. ‘’Dari indikasi awal, gangguan diduga dipicu oleh masuknya monyet liar ke area Gardu Induk Sungai Harapan yang menyebabkan korsleting dan gangguan pada instalasi kelistrikan hingga berdampak pada pasokan listrik di sejumlah wilayah,’’ kata Rudi Antono.
Lantaran listrik mati, pasokan air bersih pun berhenti mengalir ke rumah warga. Sejumlah warga memilih yang cukup berada, memilih menginap di hotel karena listrik mati, air mati dan sinyal internet hilang. PT Air Batam Hilir menyampaikan pengumuman, sehubungan dengan gangguan aliran listrik PLN Batam yang berdampak pada operasional IPAM Sei Ladi, IPAM Harapan, IPAM Duriangkang, IPAM Muka Kuning, IPAM Nongsa, IPAM Tembesi, dan IPAM Piayu.
‘’Kami informasikan bahwa IPAM tersebut telah kembali beroperasi. Saat ini, aliran air kepada pelanggan masih dalam tahap normalisasi secara bertahap. Proses ini membutuhkan waktu agar pengisian jaringan perpipaan dan tekanan air dapat kembali stabil, ‘’ bunyi pengumuman itu.
Begitu juga warga yang kehabisan baterai handphone, beramai-ramai mencari tempat yang listriknya masih menyala seperti ke mal dan pos ronda. Senin malam, sejumlah ruas jalan macet. Warga serentak keluar rumah dan terjebak macet karena traffic light tidak berfungsi.
PT PLN Batam berusaha keras memulihkan pasokan listrik kepada pelanggan terdampak di Batam, secara bertahap yang dilakukan tim teknis dan operasional PLN sampai tengah malam. ‘’Dugaan sementara dan temuan di lapangan, ada hewan liar yang masuk ke gardu induk. Kami semua sedang di control centre. Saya bahkan belum tidur,’’ kata Manager Komunikasi dan Humas PLN Batam, Yoga Perdana Sulastama, Selasa (13/10/2026)
Proses pemulihan aliran listrik menunjukkan perkembangan signifikan sejak Senin (12/10) malam. Seluruh gardu induk dan jaringan transmisi terdampak telah berhasil dinormalkan, diikuti dengan pemulihan jaringan distribusi hingga pasokan listrik kepada seluruh pelanggan terdampak di Kota Batam kembali menyala.
Pemulihan dilakukan melalui tahapan teknis yang terukur, mulai dari pemeriksaan dan penormalan pembangkit, sinkronisasi unit, hingga pemulihan jaringan transmisi dan distribusi. Seluruh proses dilaksanakan dengan tetap mengutamakan keselamatan, kestabilan, dan keandalan sistem kelistrikan.
Meski pasokan listrik telah kembali normal, PLN Batam tetap menyiagakan petugas teknis dan operasional untuk memantau kondisi sistem serta memastikan keandalan pasokan listrik kepada masyarakat.Selain memastikan pemulihan pasokan listrik, PLN Batam juga berkomitmen memenuhi hak pelanggan atas mutu pelayanan.
PLN Batam Beri Kompensasi
Apabila gangguan yang terjadi melampaui standar Tingkat Mutu Pelayanan (TMP) atau Service Level Agreement (SLA) yang diperjanjikan, PLN Batam akan memberikan kompensasi sesuai ketentuan yang berlaku. Bagi pelanggan reguler, kompensasi diberikan sebesar 10% dari biaya beban bulanan, mengacu pada Peraturan Gubernur Kepulauan Riau Nomor 22 Tahun 2017.
Sementara itu, bagi pelanggan layanan keandalan, kompensasi diberikan sebesar 15% hingga 25% dari Rupiah Pemakaian Tenaga Listrik (RPTL) sesuai dengan jenis layanan keandalan yang diperjanjikan. Kompensasi akan diberikan secara otomatis melalui tagihan listrik berikutnya, tanpa perlu pengajuan klaim dari pelanggan.
Listrik Mati, Minta Maaf
Bukan sekali dua kali, mendadak listrik mati total. Warga Batam dan Bintan marah. Penyebabnya beragam. Mulai dari sambaran petir yang kuat pada salah satu ruas transmisi 150 kV yang menyebabkan sistem kelistrikan Batam dan Bintan padam, gardu ditimpa pohon tumbang atau transmisi rusak.
Berdasarkan data operasional terbaru dari PT PLN Batam, jumlah pelanggan yang tercatat dalam sistem kelistrikan wilayah Batam dan Bintan mencapai 411.219 pelanggan. ’’PLN Batam menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan serta mengapresiasi kesabaran, pengertian, dan dukungan seluruh masyarakat selama proses pemulihan berlangsung,’’ kata Rudi Antono.
Namun, menurut Asman Abnur, minta maaf saja tidak cukup. ‘’Ini saatnya dan momentum PLN Batam harus dievaluasi secara total. Organisasi dan kepemilikan listrik di Batam harus dievaluasi. Pemerintah bisa memberikan kesempatan kepada perusahaan lain untuk pengadaan listrik, jadi bukan hanya PLN Batam,’’ ujar Asman Abnur, politisi dan pengusaha Batam.
Asman mengatakan, direksi PLN Batam harus mengevaluasi kinerja perusahaan listrik ini secara internal. ‘’ Atasi kelemahan internal. Jangan sampai kejadian black out ini terus berulang,’’ kata Asman Abnur.
Menurut Asman, secara kompetitif, pelayanan listrik Batam tidak boleh kalah dengan Singapura, pelayanan yang tidak boleh kalah dengan Malaysia, tidak boleh lagi terjadi black out. Sebab, ini akan berpengaruh terhadap calon investor.
Menurut Asman Abnur, Batam perlu belajar ke Johor Malaysia, bagaimana mengelola listrik secara terintegrasi antara pemerintah dan swasta. Sistem kelistrikan Johor seperti daya listrik, transmisi dan distribusi listrik utama dikelola Tenaga Nasional Berhad (TNB). Listrik Johor terhubung langsung ke sistem interkoneksi National Grid Semenanjung Malaysia.
Selain itu, Johor juga memiliki pembangkit khusus (captive power) yang melayani kawasan industri besar seperti Pengerang Integrated Petroleum Complex (PIPC) memiliki pembangkit listrik dan uap mandiri atau Pengerang Co-generation Plant untuk menjamin pasokan energi industri berat tanpa membebani jaringan publik.
Johor aktif mengembangkan Energi Baru Terbarukan (EBT), terutama tenaga surya. Proyek-proyek seperti Sultan Ibrahim Solar Park dan pengembangan ladang surya di kawasan Pengerang ditujukan untuk mendukung target netralitas karbon dan ekspor energi hijau.
Fasilitas industri dan pusat data didorong berpartisipasi dalam skema penurunan beban puncak agar tidak mengganggu kestabilan jaringan listrik masyarakat umum. Jaringan listrik Johor terhubung ke Singapura melalui kabel bawah laut atau lintas selat (interkoneksi TNB–SP Group). Jalur ini memungkinkan perdagangan dan transfer daya darurat antar kedua wilayah. ***

