BATAM – Baru saja warga Batam kecewa dan marah karena listrik di Batam mati total alias black out selama 18 jam, kini giiran internet dan pengguna Indihome yang kesal, lantaran internet mati selama dua hari di kawasan Batam Centre. Celakanya, karyawan Indihome dan Pertamina Gas Negara, saling menyalahkan. Sementara, konsumen dirugikan.
Pertamina Gas Negara (PGN) belakangan memang gencar mensosialisasikan GasKita, yakni penyaluran gas bumi ke rumah-rumah penduduk warga Batam. GasKita dapat digunakan untuk berbagai peralatan gas di rumah tangga dan usaha kecil. Karyawan PGN Batam, menjekaskan penggunaan GasKita yang disebutkan lebih aman dengan fitur pengaman yang lengkap, dan gas yang mudah terurai di udara. Penyaluran gas menggunakan pipa, sehingga lebih hemat tempat.
Masalah muncul gara-gara pemasangan pipa gas ini. ‘’Internet di rumah saya mati sejak Senin, 2 November 2026 malam. Akibatnya, kami tidak bisa menelepon, menonton televisi dan menggunakan internet,’’kata Wulan, warga Perumahan Pesona Asri. Hampir di semua perumahan di kawasan Batam Centre seperti perumahan Cendana, KPR Sekawan, Taman Bepede Indah, internet dari Telkomsel dan Indihome, mati total.
Saat dikonfirmasi mengapa layanan internet Indihome mati total, seorang karyawan Indihome mengatakan, penyebab matinya internet adalah galian pipa gas PGN yang mengakibatkan kabel fiber optik Indihome, putus. ‘’Ini karena pelolosan galian aspal dari PGN dan mengenai kabel Indihome,’’ katanya.
Namun saat dikonfirmasi ke Dendi, Humas PGN Area Batam, malah balik bertanya,’’ Internetnya pakai apa ya? Biar saya sampaikan ke tim lapangan. Soal internet mati, bisa dikoordinasikan dengan pihak Indihome, karena pengerjaan perbaikan pihak Indihome yang handle,’’ katanya. Lho, jadi siapa yang bertanggungjawab putusnya kabel internet dan merugikan masyarakat?
Jaringan internet pengguna Indihome, mati total selama hampir 48 jam dan belum ada tanda-tanda bakal pulih. ‘’Masalahnya, galian pipa gas memakai mesin sehingga kabel yang putus bagian dalam tanah. Kami bekerja siang malam agar kabel internet yang putus, bisa tersambung kembali,’’ kata karyawan Indihome, seraya mengatakan sudah tiga tukang yang menggali kabel dalam tanah yang putus.
Kalau sudah begini, siapa yang harus bertanggungjawab? Belum ada penjelasan resmi dari Indihome dan Telkomsel soal keluhan pelanggan internet Indihome down ini, meski banyak keluhan warganet yang mengeluhkan layanan internet putus. Tanda LOS di modem dan perangkat Indihome, selama dua hari ini merah dan berkedip-kedip.
Lalu, apa kompensasi dengan matinya layanan Indihome selama dua hari? Informasi yang diperoleh dari website Telkom Indonesia kompensasi yang diberikan antara lain, potongan tagihan prorata (prorated bill deduction) berdasarkan durasi gangguan atau penurunan kualitas layanan sesuai ketentuan kontrak. Pengunduran batas pembayaran tagihan bulanan dan kebijakan bebas denda apabila terjadi gangguan massal yang meluas. Serta penyesuaian tagihan (adjustment) yang dapat diajukan secara mandiri oleh pelanggan setelah gangguan selesai.
Cara mengajukan kompensasi atau melaporkan gangguan yakni menghubungi call center resmi di 188 untuk berkonsultasi mengenai gangguan dan mengajukan adjustment tagihan. Serta membuat laporan atau cek jaringan secara mandiri melalui aplikasi MyTelkomsel pada menu bantuan IndiHome. (aat)

